MAKASSAR, Berita86.com– Polri melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) mulai melakukan tahap awal identifikasi terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT.
Proses ini dilakukan setelah manifes penerbangan memastikan seluruh korban berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Didik Supranoto SIK MH mengatakan Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI yang diperkuat Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri serta Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri.
Baca Juga:BNPB Perkuat Penanganan Banjir Jakarta, Pastikan Logistik dan OMC Berjalan OptimalPresiden Prabowo ke Inggris dan Swiss, Bahas Kerja Sama Strategis hingga Sampaikan Pidato di WEF Davos
Ia menjelaskan, hingga saat ini delapan keluarga korban telah menjalani pengambilan data antemortem yang meliputi data DNA, medis, dan administrasi.
Sementara dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahap postmortem untuk pencocokan data guna memastikan identitas korban secara akurat.
Seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur untuk menjamin terpenuhinya hak keluarga korban.
Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan terus mengintensifkan pencarian pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sabtu (17/1/2026), sekitar pukul 13.17 WITA.
Personel gabungan TNI–Polri, Basarnas, BPBD, serta unsur SAR lainnya dikerahkan untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.
Proses pencarian sempat menghadapi kendala cuaca buruk dan medan pegunungan yang terjal.
Pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut diketahui mengangkut 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.
Baca Juga:Ini Kronologi Lengkap Hilangnya Anggota Brimob Polda Aceh sampai Terkuak Jadi Tentara RusiaUpdate Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat Pemulihan
Terpisah, Pangdam XIV/HasanuddinMayjen TNI Bangun Nawoko juga menegaskan komitmen penuh jajaran TNI dalam operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.
Pangdam bahkan melakukan pemantauan langsung jalannya operasi SAR dari Kantor Basarnas di Jalan Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, pada Sabtu (17/1/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu dan maksimal dalam upaya menemukan pesawat beserta seluruh penumpang dan kru.
Pesawat ATR 42-500 dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros.
