Sejak menerima laporan insiden, Pangdam XIV/Hasanuddin segera melakukan koordinasi lintas instansi serta mengerahkan kekuatan dan perlengkapan pendukung.
Dalam operasi ini, TNI mengerahkan total delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK), terdiri atas lima SSK dari Kodam XIV/Hasanuddin dan tiga SSK dari Divisi 3 Kostrad.
Selain itu, operasi SAR juga melibatkan 60 personel TNI Angkatan Udara dari Lanud setempat, 30 personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), serta Tim Basarnas.
Baca Juga:BNPB Perkuat Penanganan Banjir Jakarta, Pastikan Logistik dan OMC Berjalan OptimalPresiden Prabowo ke Inggris dan Swiss, Bahas Kerja Sama Strategis hingga Sampaikan Pidato di WEF Davos
Sejumlah peralatan pendukung turut disiagakan, antara lain ambulans, drone, perangkat komunikasi satelit, jaringan Starlink, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Mayjen TNI Bangun Nawoko mengakui medan pencarian tergolong ekstrem karena didominasi perbukitan dengan akses yang sulit.
Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat telah disiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Daerah ini tergolong ekstrem karena perbukitan yang sulit dilalui. Namun, kami telah menyiapkan segala sesuatunya. Intinya, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pesawat segera ditemukan dan proses pertolongan serta penyelamatan dapat dilaksanakan,” tegas Pangdam. (*)
