Jakarta, Berita86.com- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dalam menjaga keamanan ruang siber nasional yang dinilai masih sangat rentan terhadap berbagai ancaman.
Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat memimpin Rapat Internal Staf (RIS) yang membahas peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan keamanan siber dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geostrategi global, di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Djamari, keterbukaan ruang siber di Indonesia menjadi celah yang rawan dimanfaatkan oleh kekuatan siber, baik dari dalam maupun luar negeri.
Baca Juga:Presiden Prabowo Bertemu Zinedine Zidane, Bahas Strategi Majukan Sepak Bola NasionalMenko Polkam Koordinasi Lintas Instansi: Tindak Lanjuti Arahan Presiden Tangani Bencana Sumatera
Karena itu, ia menekankan perlunya penguatan institusi dan peningkatan kepekaan terhadap potensi ancaman siber.
“Kita sadari bahwa banyak ruang di negeri kita yang masih sangat rawan terhadap ancaman siber. Oleh karena itu, pertajam institusi kita dan pertajam intuisi kita terhadap ancaman siber ini,” ujar Djamari.
Menko Polkam juga menekankan bahwa pengamanan ruang siber harus dimulai dari kedisiplinan internal masing-masing unit kerja.
Seluruh pegawai Kemenko Polkam diminta membiasakan diri mematuhi prosedur pengamanan perangkat elektronik dan sistem informasi, baik untuk kepentingan kedinasan maupun penggunaan pribadi.
“Kita harus disiplin dalam prosedur penggunaan komputer dan sistem informasi yang kita miliki saat ini,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar gangguan siber tidak sampai terjadi di lingkungan institusi pemerintah.
Selain itu, Kemenko Polkam diharapkan mampu mengajak dan mendorong lembaga-lembaga lain di Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan ruang siber agar tidak terjadi kebocoran data maupun informasi strategis.
Baca Juga:Ini Profil Putra Papua Irjen Jhonny Edison Isir: Eks Ajudan Jokowi Kini Dipercaya Jadi Kadiv Humas PolriTinjau Banjir Bandang dan Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi yang hadir sebagai narasumber memaparkan peran ruang siber dalam konflik global.
Ia mencontohkan penggunaan operasi siber dalam perang Rusia–Ukraina, serta kasus serupa yang terjadi di Venezuela dan Iran.
“Rata-rata perang siber menggunakan media sebagai sarana, dengan tujuan akhir menciptakan delegitimasi pemerintahan dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang sedang berkuasa, sehingga mendorong terjadinya revolusi,” jelas Nugroho.
