Pemprov Jatim dan Kementan Percepat Vaksinasi PMK, Amankan Lumbung Ternak Nasional

Vaksinasi
Pemprov Jatim dan Kementan Percepat Vaksinasi PMK. Foto: Ditjen PKH Kementan.
0 Komentar

Surabaya, Berita86.com- Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui vaksinasi massal ternak yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi populasi ternak sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi peternak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, percepatan vaksinasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra peternakan nasional.

Baca Juga:BP TASKIN Dorong Industrialisasi Pertanian Digital untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Cirebon RayaSektor Pertanian Nasional Harus Perkuat Ekosistem Haji, Wamentan: Produk RI Harus Hadir di Tanah Suci

Perlindungan sejak dini dinilai penting agar penyebaran PMK dapat ditekan dan tidak berdampak luas.

“Percepatan vaksinasi ini krusial karena Jawa Timur merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita mendorong terbentuknya herd immunity agar ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Pada tahap awal, kami menyalurkan 453 ribu dosis vaksin,” ujar Khofifah, Rabu (28/1/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim menetapkan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak yang dimulai pada 29 Januari 2026.

Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi terhadap ternak milik masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.

Pada tahap awal, sebanyak 453 ribu dosis vaksin PMK didistribusikan ke 38 kabupaten dan kota.

Program ini merupakan bagian dari vaksinasi berkelanjutan yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026, dengan target perlindungan populasi ternak secara menyeluruh.

Dukungan pemerintah pusat turut memperkuat langkah tersebut. Pada 2026, alokasi vaksin PMK untuk Jawa Timur mencapai 1.510.000 dosis yang akan disalurkan dalam dua hingga tiga tahap.

Baca Juga:Mentan Bawa 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat, Siapkan Solusi Permanen Cegah BencanaKPK Tahan 4 Tersangka Dana Hibah Pokmas Jawa Timur 2019-2022, Salah Satunya Mantan Kepala Desa

Pengadaan vaksin dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Edy Budi Susila, menyatakan pihaknya siap mendukung pengendalian PMK di wilayah strategis tersebut.

“BBVF Pusvetma berkomitmen menyediakan vaksin PMK yang aman, bermutu, dan tepat waktu. Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ternak dan ketahanan pangan nasional,” kata Edy, dilansir dari rilis resmi Ditjen PKH Kementan.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK juga diperkuat melalui pengawasan lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti kandang, serta edukasi kepada peternak.

Pemerintah daerah juga menyiapkan opsi penutupan sementara pasar hewan di zona berisiko tinggi guna mencegah penyebaran penyakit.

0 Komentar