BANDUNG BARAT, Berita86.com– Personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU bersama unsur terkait terus melaksanakan upaya maksimal guna menemukan korban yang masih dinyatakan hilang pada Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Operasi pencarian korban longsor Bandung Barat tersebut juga dilakukan pada hari ke-7, Jumat, 30 Januari 2026.
Sejak pagi hari, tim SAR gabungan melaksanakan apel kesiapan dilanjutkan dengan penyisiran sektor-sektor yang telah ditentukan.
Baca Juga:Operasi Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Diperpanjang, Puluhan Korban Diduga Belum DitemukanMentan Bawa 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana
Fokus pencarian diarahkan pada area yang diduga kuat menjadi titik tertimbunnya korban berdasarkan hasil evaluasi lapangan, laporan masyarakat, serta analisis pergerakan tanah.
Personel Korpasgat dikerahkan untuk melaksanakan pencarian menggunakan metode manual dan bantuan peralatan SAR, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang berubah-ubah, guna menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian operasi SAR.
Untuk saat ini Sebanyak 58 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 78 orang berhasil ditemukan selamat. Adapun puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Komandan unsur Korpasgat, Lettu Pas Arifin, menyampaikan bahwa hingga hari ke-7 pelaksanaan operasi, semangat dan dedikasi seluruh personel tetap terjaga. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan efisien.
“Korpasgat bersama tim SAR gabungan akan terus berupaya secara optimal dan maksimal sampai seluruh korban ditemukan, dengan mengedepankan keselamatan personel serta sinergi antar unsur,” ujar Lettu Pas Arifin, dilansir dari rilis resmi Korpasgat.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan dan hasil evaluasi harian, sebagai bentuk komitmen negara dalam memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor Bandung Barat resmi diperpanjang hingga tujuh hari ke depan atau sampai 7 Februari 2026.
Baca Juga:20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, Operasi SAR Libatkan 800 PersonelTinjau Banjir Bandang dan Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu
Kepastian perpanjangan operasi pencarian korban longsor Bandung Barat tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohamad Syafii, Jumat, 30 Januari 2026.
Perpanjangan pencarian korban longsor Bandung Barat ini dilakukan seiring masih adanya korban yang diduga belum ditemukan di lokasi kejadian.
