Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian, Santuni Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

Santunan
Mentan Andi Amran Sulaiman meyerahkan santunan kepada keluarga prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur saat menjalankan tugas negara. Foto: Kementan.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan kepedulian yang mendalam kepada keluarga prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Wujud kepedulian tersebut ditunjukkan melalui penyerahan santunan kepada keluarga korban yang dilaksanakan di Markas Besar Korps Marinir (Mabes Marinir), Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).

Dalam suasana penuh haru, Mentan Amran menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para prajurit terbaik bangsa.

Baca Juga:Mentan Bawa 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat, Siapkan Solusi Permanen Cegah BencanaMentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat Pangan dari DOC hingga Daging Sapi Jelang Ramadan

Ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk pengabdian tertinggi kepada negara yang layak dimuliakan.

“Di saat keluarga besar hampir separuh wafat dalam tugas dan peperangan, insya Allah syahid. Ini adalah bentuk kepedulian dari Kementerian Pertanian,” ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian menyerahkan santunan sebesar Rp30 juta kepada masing-masing dari 23 keluarga korban.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 15 anak prajurit dengan nilai Rp20 juta per anak. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1 miliar.

Mentan Amran menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya bersifat material, tetapi juga merupakan wujud empati, solidaritas, serta ikatan batin sesama anak bangsa.

Diketahui, sebanyak 23 anggota TNI dari satuan Korps Marinir menjadi korban dalam peristiwa longsor besar yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa keterlibatannya melalui Ikatan Putra Putri TNI merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai pengabdian prajurit.

Baca Juga:Operasi Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Diperpanjang, Puluhan Korban Diduga Belum DitemukanSektor Pertanian Nasional Harus Perkuat Ekosistem Haji, Wamentan: Produk RI Harus Hadir di Tanah Suci

“Ayah kami juga seorang prajurit dengan pangkat Sersan Mayor. Setiap ada penugasan, yang bisa kami lakukan hanya berdoa. Ada kalanya prajurit pulang hanya dengan nama, dan itu semua adalah takdir Allah,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Lebih lanjut, Mentan Amran berpesan agar anak-anak para prajurit yang ditinggalkan dapat dijaga, dibina, dan diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Ia juga membuka peluang dukungan jangka panjang bagi masa depan mereka.

“Suatu saat nanti, jika anak-anak ini ingin melanjutkan pendidikan, entah kami masih di kabinet atau tidak, silakan hubungi kami,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk terus mendoakan para prajurit yang telah gugur.

0 Komentar