“Perkembangan narkoba di suatu negara berbanding terbalik dengan tingkat keamanannya. Semakin pesat perkembangan narkoba, semakin tidak aman negara tersebut,” tegas Komjen Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto.
Berdasarkan pemahaman tersebut, ia menekankan bahwa penanganan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial atau semata-mata represif, melainkan memerlukan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkeadilan.
Pendekatan tersebut mencakup penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan peredaran gelap narkotika, sekaligus pendekatan humanis melalui pencegahan dan rehabilitasi bagi penyalah guna.
Baca Juga:Harlah 100 Tahun NU, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan, Hadir dan MelayaniIni Profil Putra Papua Irjen Jhonny Edison Isir: Eks Ajudan Jokowi Kini Dipercaya Jadi Kadiv Humas Polri
Menutup orasi ilmiahnya, Kepala BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam upaya bersama melawan narkotika demi menyelamatkan generasi penerus, menjaga ketahanan nasional, dan mengamankan masa depan Indonesia.
Ajakan tersebut dirangkum dalam semangat War on Drugs for Humanity, perang melawan narkotika demi kemanusiaan. (*)
