BANTEN, Berita86.com– Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Daerah Khusus Jakarta memperkuat sinergi lintas wilayah dalam upaya mewujudkan sistem transportasi massal terintegrasi di kawasan metropolitan Jabodetabek.
Salah satu langkah strategis yang mulai dikaji adalah pengembangan Mass Rapid Transit (MRT) hingga wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci utama untuk menjawab persoalan mobilitas jutaan warga Banten yang setiap hari beraktivitas di Jakarta.
Baca Juga:Rakor di Banten, Pemerintah Petakan Persoalan Krusial Pelindungan PMI, Perkuat Sinergi Lintas SektorMasjid dan Gereja Berdampingan di Banten Diresmikan Menteri Agama
Menurutnya, ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak pada kemacetan, pemborosan energi, dan kualitas lingkungan.
“Transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan terintegrasi adalah solusi jangka panjang. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kualitas hidup masyarakat,” ujar Andra Soni.
Sebagai tahap awal, kedua pemerintah daerah menyepakati penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan studi potensi pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 dengan rute Kembangan–Balaraja.
Studi tersebut akan mengkaji berbagai aspek penting, mulai dari kelembagaan, skema pembiayaan, hingga aspek teknis trase jalur MRT.
Sebagaimana dilansir dari rilis resmi Pemerintah Provinsi Banten, proses kajian direncanakan berlangsung selama sekitar 8 hingga 10 bulan.
Hasil studi ini nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait kelayakan dan arah pengembangan MRT ke wilayah Banten bagian barat.
Apabila rencana ini terealisasi, pengembangan MRT hingga Balaraja diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan di kawasan perbatasan Banten-Jakarta, mempermudah mobilitas para komuter, serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal berbasis rel.
Baca Juga:Di DPR, Kepala BNN Laporkan Jumlah Kasus 2025 dan Paparkan Strategi Perang Melawan Narkoba 2026Istana Tegaskan Isu Dua Pesawat Kenegaraan Tak Benar, Simak Penjelasan Seskab Teddy
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta juga melibatkan para pengembang kawasan dalam mendukung pengembangan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan kawasan hunian, perkantoran, dan komersial yang terintegrasi langsung dengan simpul transportasi, sekaligus memperkuat skema pembiayaan proyek MRT.
Sinergi Banten–Jakarta ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi metropolitan yang berkelanjutan dan inklusif.
Pemerintah mengajak masyarakat Banten untuk mendukung pengembangan transportasi publik terintegrasi demi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (*)
