II. 200 Kg Ganja Jaringan Aceh–Medan Disita
Dalam operasi terpisah, BNN bersama BNN Provinsi Sumatera Utara mengungkap peredaran ganja jaringan Aceh–Medan pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Penindakan dilakukan di Jalan Lintas Dusun 1 Halaban Block, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Tim mengamankan tiga pria berinisial DJS, YH, dan AS. Dari penggeledahan dua mobil yang mereka gunakan, petugas menemukan delapan karung berisi 148 bungkus plastik berlakban coklat yang diduga ganja dengan berat bruto ±200 kilogram.
Baca Juga:Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto Dikukuhkan sebagai Doktor Kehormatan Bidang Ilmu Hukum oleh UntarDi DPR, Kepala BNN Laporkan Jumlah Kasus 2025 dan Paparkan Strategi Perang Melawan Narkoba 2026
Selain narkotika, petugas turut menyita dua unit mobil dan tiga unit telepon genggam. Penyidikan dan pengembangan jaringan masih terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.
Para tersangka dijerat Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, subsider Pasal 610 ayat (2) huruf a UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.
Selamatkan Generasi Bangsa
Dalam rilis BNN yang dikutip pada Jumat, 6 Februari 2026, disebutkan bahwa pengungkapan dua kasus besar ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari satu juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika serta menghemat biaya rehabilitasi negara hingga Rp209,5 miliar.
Peredaran gelap narkotika masih menjadi kejahatan terorganisir lintas wilayah yang berdampak luas, tidak hanya merusak kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kriminalitas, melemahkan produktivitas generasi muda, serta membebani sosial dan ekonomi negara.
BNN menegaskan komitmennya untuk terus memerangi narkotika secara humanis dan komprehensif, baik melalui penindakan tegas terhadap jaringan maupun upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Seluruh elemen masyarakat pun diajak untuk berperan aktif dalam perang melawan narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (*)
