Menko Airlangga Terima Sekjen CPOPC, Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global Sawit

Diskusi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Izzana Saleh. Foto: Kemenko Perekonomian.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menerima kunjungan Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Izzana Saleh, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kamis (5/2/2026).

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya penguatan dialog dan sinergi antarnegara produsen minyak sawit dalam merespons dinamika dan tantangan global yang kian kompleks.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa minyak sawit memiliki peran strategis sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya menopang ketahanan pangan dan energi, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian nasional serta sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja di sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga:Dua Agenda Penting di Istana: Adies Kadir Ucap Sumpah Jadi Hakim MK, Juda Agung Jadi WamenkeuPresiden Prabowo Terima Jajaran DPP dan DPW PKB, Bahas Ekonomi Berkeadilan hingga Kepemimpinan Global

“Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan kuat untuk memastikan pengelolaan sawit yang produktif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula berbagai langkah yang telah dan terus ditempuh Pemerintah Indonesia untuk mendorong praktik perkebunan sawit berkelanjutan.

Upaya tersebut meliputi peningkatan produktivitas lahan, percepatan peremajaan sawit rakyat, penguatan hilirisasi industri, hingga penerapan standar keberlanjutan yang menekankan perlindungan hutan, pengurangan emisi, dan konservasi keanekaragaman hayati.

Airlangga menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan transisi menuju ekonomi hijau.

Selain itu, pertemuan juga membahas dinamika kebijakan global yang berdampak terhadap perdagangan minyak sawit, termasuk meningkatnya tuntutan keberlanjutan, hambatan non-tarif, serta isu-isu lingkungan yang kerap menjadi sorotan di pasar internasional.

Dalam konteks tersebut, CPOPC dinilai sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama antarnegara produsen, menyelaraskan narasi berbasis data dan fakta, serta mendorong pengakuan internasional terhadap praktik sawit berkelanjutan yang adil dan inklusif bagi negara berkembang.

Pemerintah Indonesia, lanjut Airlangga, berkomitmen untuk terus mempererat kolaborasi dengan CPOPC dan negara anggota lainnya guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, dan perlindungan lingkungan.

Baca Juga:Bogor Harus Kembali Hijau, Bupati Rudy Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai CiliwungEks Menlu dan Wamenlu Apresiasi Presiden Prabowo soal Board of Peace: Realistis dan Bisa Menarik Diri

Melalui unggahan di Facebook, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa industri sawit harus terus berkontribusi secara berkelanjutan bagi perekonomian nasional sekaligus mendukung tujuan pembangunan global. (*)

0 Komentar