Banjir, Puting Beliung, dan Longsor Terjang Empat Provinsi, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Bencana
BNPB melaporkan sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Sabtu, 14 Februari 2026 hingga Minggu, 15 Februari 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Rejoso, tepatnya Desa Jarangan, mengakibatkan 10 kepala keluarga terdampak. Kerusakan meliputi satu rumah rusak berat, sembilan rumah rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan rusak ringan.

BPBD Kabupaten Pasuruan telah berkoordinasi dengan perangkat daerah dan mengirim Tim Reaksi Cepat untuk asesmen serta penanganan di lapangan.

Penanganan dilakukan dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi Jawa Timur tahun 2025–2026 yang berlaku hingga 31 Mei 2026. Bantuan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak.

Baca Juga:UPDATE TERBARU: BNPB Catat 1.204 Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana di Aceh, Sumbar, dan SumutBNPB Pantau Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026

Angin kencang juga melanda Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Di Kecamatan Tegineneng, tepatnya Desa Gedung Gumanti, Sriwedari, Talang Besar, Kresnowidodo, dan Rejo Agung, delapan kepala keluarga terdampak.

Kerusakan tercatat lima rumah rusak berat, tiga rumah rusak ringan, serta satu tiang listrik rusak.

BPBD Kabupaten Pesawaran melakukan asesmen dan pendistribusian logistik. Proses penanganan serta gotong royong pembersihan material bangunan masih berlangsung.

Di hari yang sama, tanah longsor terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 16.30 WIB.

Hujan deras berdurasi panjang menyebabkan aliran drainase meluap hingga tembok penahan tanah jebol dan memicu longsoran. Material tanah dan air masuk ke rumah warga di Kecamatan Cisarua, Desa Tugu Selatan.

Sebanyak 11 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak, satu kepala keluarga (empat jiwa) dalam kondisi terancam, dan 12 kepala keluarga atau 40 jiwa mengungsi.

Baca Juga:Skandal Narkoba Eks Kapolres Bima Kota: Jejak AKBP Didik, AKP Malaungi hingga Polwan Dianita Terkuak!BNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca Amankan Jakarta–Jawa Barat dari Hujan Ekstrem

Kerusakan meliputi enam rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, serta satu rumah dalam kondisi rawan longsor.

BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur terkait melakukan pendataan, edukasi kebencanaan, dan imbauan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

Penanganan berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi Jawa Barat 2025/2026 yang berlaku hingga 30 April 2026.

Kebutuhan mendesak meliputi logistik tanggap darurat, terpal, dan air bersih yang masih terus didistribusikan. Penanganan melibatkan TRC BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat desa, TNI-Polri, puskesmas, Tagana Dinsos, relawan, serta masyarakat.

Hingga kini, proses evakuasi material longsor masih berlangsung dan situasi belum sepenuhnya kondusif.

Dikutip dari rilis resminya, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

0 Komentar