JAKARTA, Berita86.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan pemutakhiran data pemilih secara berkala setiap enam bulan.
Untuk mendukung hal tersebut, sinergi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dinilai sangat penting, terutama dalam memperbarui data pemilih pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri.
Pernyataan itu disampaikan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin saat menghadiri audiensi di kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Afifuddin didampingi Anggota KPU, Betty Epsilon Idroos.
Baca Juga:DKPP Pecat Tiga Anggota KPU dari Tiga Daerah Berbeda, Ini Daftar LengkapnyaVisa Manual Hambat Penempatan, Kementerian P2MI Cari Solusi Percepat Pengiriman PMI Hospitality ke Eropa
Afifuddin berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih di luar negeri, sehingga pelaksanaan pemilu—khususnya di wilayah luar negeri—dapat berjalan lebih lancar.
Betty menambahkan, pembaruan data pemilih di sejumlah wilayah luar negeri memiliki tantangan tersendiri, seperti di Kuala Lumpur yang jumlah pemilihnya sangat besar.
Menurutnya, pemutakhiran data secara berkelanjutan penting dilakukan agar beban pendataan menjelang pemilu tidak terlalu berat.
Sementara itu, Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut.
Bentuk dukungan itu meliputi pendataan dan pemutakhiran informasi pekerja migran, pertukaran data sebaran pekerja migran, sosialisasi dan pendidikan pemilih, fasilitasi akses pendaftaran serta pelayanan pemilih bagi pekerja migran.
Kemudian, koordinasi dengan perwakilan RI dan jejaring pekerja migran, hingga pemantauan dan evaluasi partisipasi pekerja migran dalam pemilu.
Turut hadir dalam audiensi tersebut antara lain Wakil Menteri KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, beserta jajaran Pejabat Eselon I dan II Sekretariat Jenderal KPU dan KP2MI. (*)
