SERANG, BANTEN, Berita86.com- Pemerintah mulai mematangkan persiapan angkutan Lebaran 2026 secara serius, terutama di wilayah Banten.
Seperti diketahui, Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaran angkutan Lebaran 2026.
Sebab, Provinsi Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, yaitu sebanyak 11,17 juta orang.
Baca Juga:Info Program Tiket Mudik Gratis 2026, Simak Penjelasan Lengkap Menteri PerhubunganBanten dan Jakarta Perkuat Sinergi, Kajian MRT hingga Balaraja Resmi Dimulai
Selain itu, di Provinsi Banten juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara.
Pada Senin, 16 Februari 2026, Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menggelar rapat koordinasi di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang.
Rapat tersebut difokuskan pada kesiapan angkutan Lebaran 2026 agar berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Seperti dijelaskanz Banten dinilai memegang peran krusial dalam arus mudik nasional, khususnya sebagai gerbang utama penyeberangan menuju Sumatera.
Dalam pertemuan itu, disepakati penerapan strategi empat pelabuhan untuk mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik dan arus balik.
Skema pengaturan pelabuhan dibagi berdasarkan jenis kendaraan guna mencegah penumpukan di satu titik.
Adapun Pembagiannya Sebagai Berikut:
-Pelabuhan Ciwandan diperuntukkan bagi sepeda motor dan truk kecil.
-Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai jalur alternatif penyeberangan menuju Panjang, Lampung.
-Pelabuhan Merak melayani kendaraan pribadi dan bus penumpang.
-Pelabuhan BBJ Bojonegara difungsikan untuk truk besar.
Baca Juga:30 Pantun Ramadan untuk Anak Sekolah dan Remaja 2026: Cocok untuk Status dan Caption MedsosSambut Ramadan 2026, Berikut 25 Pantun yang Bisa Digunakan untuk Konten Medsos atau Kirim ke Kerabat
Langkah ini dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta meminimalkan antrean panjang di kawasan pelabuhan.
Berdasarkan data nasional, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3,67 juta kendaraan diproyeksikan keluar dari Jakarta, sementara 1,96 juta kendaraan diprediksi bergerak menuju Merak.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, perbaikan jalan ditargetkan rampung paling lambat H-10 Lebaran.
Selain itu, Posko Angkutan Lebaran akan beroperasi selama 18 hari guna memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal.
Seluruh langkah ini disiapkan dengan satu tujuan utama: menghadirkan mudik yang selamat dan manusiawi bagi masyarakat.
Arahan Prabowo Subianto juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.
Pengelolaan arus mudik 2026 diharapkan lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi manajemen lalu lintas, kesiapan infrastruktur, maupun pelayanan kepada pemudik.
