Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Resiprokal, Indonesia Peroleh Akses Pasar Lebih Luas

Kesepakatan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Foto: Setpres.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.

Kesepakatan ini menjadi tonggak baru dalam hubungan dagang kedua negara dengan penerapan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk sejumlah produk Indonesia ke pasar AS, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas dan kompetitif.

Sebagaimana dikutip dari akun Facebook Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, penandatanganan di tingkat kepala negara tersebut ditindaklanjuti dengan pengesahan dokumen teknis dan lampiran ART oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI bersama United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer.

Baca Juga:Prabowo–Trump Teken Perjanjian Timbal Balik, Era Baru Kemitraan Ekonomi RI–AS DimulaiPrabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Rekonstruksi Gaza

Airlangga menjelaskan, ART akan menjadi bagian dari mekanisme Council of Trade and Investment Indonesia–Amerika Serikat, yang berfungsi sebagai forum strategis untuk membahas isu perdagangan, investasi, serta menjaga keseimbangan neraca dagang kedua negara.

Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi panjang sejak April 2025, menyusul kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat resmi sepanjang tahun tersebut, dengan sekitar 90 persen usulan Indonesia disetujui oleh pihak AS.

Berbeda dari perjanjian serupa dengan negara lain, ART Indonesia–AS difokuskan sepenuhnya pada aspek perdagangan tanpa memuat klausul non-ekonomi.

Melalui ART, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas, mencakup sektor pertanian dan industri seperti kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, elektronik, semikonduktor, hingga alat pesawat terbang.

Produk-produk tersebut berpeluang masuk ke pasar AS dengan tarif hingga 0 persen. Sementara itu, sektor apparel dan tekstil juga memperoleh tarif 0 persen melalui skema tariff-rate quota (TRQ).

Kebijakan ini diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4 juta tenaga kerja dan berdampak pada lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia.

Baca Juga:Presiden Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Swasembada Beras

Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia juga memberikan tarif 0 persen untuk sejumlah produk asal Amerika Serikat, seperti gandum dan kedelai.

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga pangan domestik sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Untuk memastikan implementasi berjalan seimbang dan berkelanjutan, kedua negara sepakat membentuk mekanisme bersama dalam menjaga stabilitas harga, kelancaran investasi, serta ketahanan rantai pasok, dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing.

0 Komentar