Aceh Utara, Berita86.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat relokasi serta pembangunan hunian layak bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Dalam keterangannya selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito menekankan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
Oleh karena itu, pembangunan hunian sementara (huntara) harus segera direalisasikan sebagai solusi jangka pendek.
Baca Juga:Mendagri Tito Resmikan 1.300 Huntara di Sumatera, Percepat Relokasi Pengungsi ke Hunian Lebih LayakTito Karnavian Tinjau Jembatan Terdampak Bencana di Bireuen, Dorong Percepatan Rehabilitasi
“Pemerintah tidak ingin ada warga yang terus tinggal di tenda dalam waktu lama. Huntara harus segera dibangun agar masyarakat bisa tinggal lebih nyaman sambil menunggu hunian tetap,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa warga yang berada di kawasan rawan banjir dan berisiko tinggi akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman.
Menurutnya, langkah relokasi merupakan upaya paling efektif untuk mencegah dampak berulang jika bencana serupa kembali terjadi.
Dalam proses pembangunan hunian tetap (huntap), pemerintah akan melibatkan berbagai pihak. Untuk warga yang membangun di atas tanah sendiri, koordinasi akan dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara pembangunan dalam bentuk kompleks terpadu akan melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Mantan Kapolri itu juga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data warga terdampak agar pembagian tugas antarinstansi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Selain pembangunan hunian, pemerintah turut merencanakan penyediaan fasilitas pendukung di lokasi relokasi.
Baca Juga:Sidak Pasar Minggu Jakarta, Kementan Tegaskan Harga Ayam Selama Ramadan Masih TerkendaliTim Gabungan Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Pidie, Aceh: Tak Temukan Pelaku, Sita Alat-alat Kerja
Fasilitas tersebut meliputi tempat ibadah, sekolah, serta infrastruktur dasar yang dirancang terintegrasi dan lebih aman dari potensi banjir.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan bagi warga terdampak.
Bantuan tersebut meliputi perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, sarung, dan Alquran yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, serta ribuan pakaian dan perlengkapan lainnya untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Pemerintah, lanjut Tito Karnavian, berharap langkah percepatan ini dapat segera memulihkan kondisi masyarakat serta memastikan mereka mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak. (*)
