Sosialisasi DTSEN di Karawang, Mensos dan Mendes PDT Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Transparan

Hadir di Karawang
Mensos Saifullah Yusuf bersama Mendes PDT Yandri Susanto sosialisasi DTSEN di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Jawa Barat. Foto: Kemensos.
0 Komentar

Karawang, Berita86.com- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berjalan tepat sasaran berbasis data yang akurat.

Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala daerah, perangkat desa, pendamping sosial, operator data, hingga anggota legislatif dan relawan.

Baca Juga:Stimulus Ekonomi Ramadan, Mensos: Bansos Sudah Cair 90 Persen, Termasuk untuk SumateraBansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan, Mensos: Lewat Himbara dan BSI

Seluruh pihak didorong berperan aktif dalam menjaga kualitas data agar bebas dari kepentingan tertentu di tingkat lokal.

Dalam kesempatan itu, Mensos Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN kini menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial serta berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan satu basis data terpadu.

Ia menjelaskan, proses konsolidasi data telah dilakukan bersama Kementerian Desa PDT selama setahun terakhir sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut.

Pembaruan data, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Seluruh program bantuan harus merujuk pada DTSEN. Karena itu, pembaruan data tidak boleh berhenti dan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menyempurnakan data.

Baca Juga:Data PBI JKN Diperbarui, Mensos: 869 Ribu Peserta Kembali Aktif dari 11 Juta yang DinonaktifkanUpdate Kemensos 2026: Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN

Ia menyebut data sosial ekonomi bersifat dinamis, sehingga membutuhkan sistem kerja yang cepat, terstruktur, dan berbasis teknologi.

Peran operator desa menjadi krusial karena mereka bertugas melakukan input data langsung di lapangan, bekerja sama dengan dinas sosial setempat.

Gus Ipul pun mengapresiasi dukungan Kementerian Desa PDT dalam mendorong penyediaan dan pembiayaan operator data desa.

Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan, kualitas data terus mengalami perbaikan.

Ia optimistis, dengan keterlibatan aktif masyarakat, akurasi data akan semakin meningkat dan mampu menghadirkan keadilan dalam penyaluran bantuan.

“Jika data akurat, tidak akan ada lagi masyarakat yang berhak justru terlewat, atau sebaliknya,” katanya, dilansir rilis resmi Kementerian Sosial.

0 Komentar