Bogor, Berita86.com- Bulan Ramadan kerap menjadi masa yang penuh tantangan bagi keluarga prasejahtera.
Kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat, sementara penghasilan tidak selalu bertambah.
Namun bagi Siti Sumiati (38), warga Kampung Cikupa, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kehadiran bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) membawa ketenangan tersendiri bagi keluarganya.
Siti merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sejak Mei 2018.
Baca Juga:Mensos Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Turun Gunung Perkuat Akurasi Data Penerima BantuanSosialisasi DTSEN di Karawang, Mensos dan Mendes PDT Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Transparan
Ia hidup bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan lima orang anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan, mulai dari bayi yang baru lahir hingga anak sulung yang kini duduk di bangku SMA.
Pendapatan suaminya tidak tetap. Jika ada pekerjaan, ia biasanya bekerja sebagai buruh bangunan atau membantu pekerjaan di sawah dengan penghasilan sekitar Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per hari.
Dengan kondisi tersebut, bantuan PKH menjadi salah satu penopang penting bagi keluarga mereka, terutama ketika suaminya sedang tidak mendapatkan pekerjaan.
“Alhamdulillah sejak menerima PKH, kami sangat terbantu. Saat suami tidak ada pekerjaan, bantuan itu bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak,” ujar Siti.
Setiap kali bantuan dicairkan dalam periode tiga bulanan, Siti berusaha mengatur penggunaannya dengan sangat hati-hati. Ia memprioritaskan kebutuhan dapur serta biaya pendidikan anak-anaknya.
Biasanya, sebagian dana digunakan lebih dulu untuk melunasi utang bahan makanan di warung yang sempat tertunda. Setelah itu, sisanya dipakai untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.
“Biasanya saya bayar dulu utang di warung, baru sisanya untuk beli beras dan kebutuhan dapur. Bantuan ini benar-benar sangat membantu,” katanya.
Baca Juga:Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan, Mensos: Lewat Himbara dan BSIDigitalisasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Mensos: yang Sebelumnya Tertutup Sekarang Terbuka
Memasuki Ramadan, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Namun penyaluran bantuan PKH yang diterima sebelum bulan puasa membuat Siti merasa lebih tenang karena ada pegangan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga saat sahur dan berbuka.
“Kalau suami lagi tidak ada pekerjaan, bantuan itu bisa dipakai dulu untuk makan sehari-hari. Jadi ada yang bisa diandalkan untuk kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Selain untuk kebutuhan pangan, sebagian dana PKH juga dialokasikan untuk pendidikan anak-anaknya.
