Saat bantuan cair, Siti menyisihkan dana untuk membayar biaya sekolah anak yang kini duduk di bangku SMA, serta membeli perlengkapan seperti sepatu, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya.
Ia mengaku tanpa bantuan tersebut, kemungkinan besar anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.
“Kalau tidak ada PKH, mungkin anak saya hanya sampai SMP. Tapi karena ada bantuan ini, saya tetap berusaha agar mereka bisa terus sekolah,” ujarnya.
Baca Juga:Mensos Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Turun Gunung Perkuat Akurasi Data Penerima BantuanSosialisasi DTSEN di Karawang, Mensos dan Mendes PDT Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Transparan
Harapan Siti sebagai seorang ibu sebenarnya sederhana. Ia ingin anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang lebih baik di masa depan.
“Harapan saya anak-anak bisa punya pekerjaan nanti. Minimal setelah lulus sekolah mereka bisa bekerja dan hidupnya lebih baik,” katanya.
Secara nasional, pemerintah terus menyalurkan bantuan PKH kepada jutaan keluarga prasejahtera di berbagai daerah.
Pada penyaluran tahap pertama tahun 2026, bantuan telah diberikan kepada 9.351.607 KPM di 38 provinsi dengan total nilai mencapai Rp6,99 triliun, berdasarkan pembaruan data hingga termin kelima per 24 Februari 2026.
Bagi Siti, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan program pemerintah. PKH menjadi dukungan nyata yang membantu keluarganya bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah serta para pendamping program yang selama ini membantu memastikan bantuan dapat diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah, kepada bapak presiden, dan para pendamping. Bantuan ini sangat membantu kami meringankan beban keluarga,” ungkapnya, dilansir dari rilis resmi Kemensos pada Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga:Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan, Mensos: Lewat Himbara dan BSIDigitalisasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Mensos: yang Sebelumnya Tertutup Sekarang Terbuka
Di tengah kehidupan yang sederhana, Ramadan bagi Siti tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga.
Bulan suci ini juga menjadi pengingat untuk terus bersyukur, karena di tengah keterbatasan masih ada bantuan yang menjaga harapan bagi masa depan anak-anaknya. (*)
