Pemerintah Siap Segel Distributor Nakal! Amran: Jangan Mainkan Harga Pangan Saat Ramadan

Tegas
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Pemerintah memperketat pengawasan terhadap pasokan dan harga pangan menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah ini difokuskan pada komoditas strategis seperti daging sapi, daging ayam ras, serta minyak goreng rakyat merek Minyakita yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa fluktuasi harga sejumlah komoditas tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya indikasi gangguan dalam rantai distribusi.

Baca Juga:Terungkap! Ini Alasan Harga Tiket Pesawat Domestik Masih Mahal, Kata Menteri PariwisataStimulus Ekonomi Ramadan, Mensos: Bansos Sudah Cair 90 Persen, Termasuk untuk Sumatera

Menurutnya, dari sisi ketersediaan, pemerintah telah memastikan pasokan dalam kondisi aman melalui berbagai kebijakan yang telah disiapkan sebelumnya.

Amran menjelaskan bahwa seluruh rekomendasi impor sapi telah diselesaikan sejak Desember 2025 oleh Kementerian Pertanian.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menahan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga di pasar.

“Kami meminta para pelaku usaha segera menyalurkan daging ke pasar. Jangan sampai ada yang menahan barang sehingga harga menjadi naik,” ujar Amran usai mengikuti Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat, terutama pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Amran juga meminta aparat penegak hukum, termasuk Satgas Pangan dan jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, untuk bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti memainkan harga.

Amran yang juga Menteri Pertanian itu mengatakan langkah penyegelan terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan distribusi pangan dapat dilakukan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Baca Juga:Harga Daging dan Telur di Bogor Stabil, Stok Aman hingga LebaranGubernur Pramono Pastikan Stok Daging Aman, Impor Sapi Australia Tekan Harga Tetap Stabil

Selain itu, pemerintah juga menyoroti distribusi minyak goreng Minyakita yang di beberapa daerah dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Amran, sebagaimana dilansir dari laman resmi Bapanas, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Untuk memperkuat distribusi, pemerintah mendorong peningkatan penyaluran Minyakita melalui BUMN pangan hingga lebih dari 35 persen.

Penindakan, kata Amran, harus difokuskan kepada distributor dan pelaku usaha besar yang terbukti melanggar aturan, bukan kepada pedagang kecil.

0 Komentar