3 Lembaga Rating Dunia Beri Outlook Negatif untuk Utang RI, PKS: Menteri Keuangan Harus Jaga Disiplin Fiskal

Warning
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS sekaligus Sekjen PKS, Muhammad Kholid. Foto: PKS.
0 Komentar

Di sisi lain, lonjakan harga minyak juga berpotensi memperlebar pengeluaran negara untuk subsidi.

Tidak hanya itu, gejolak di pasar energi global juga dapat memicu tekanan inflasi, terutama pada sektor energi dan pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas internasional.

“Kenaikan harga minyak biasanya berdampak berantai, mulai dari biaya transportasi, distribusi, hingga harga bahan pokok. Ini yang harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga:Mulai 28 Maret 2026! Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan: YouTube, TikTok, Ini Daftar Lengkapnya!Presiden Prabowo Puji PKS: Mereka Usulkan Profesor dari ITB

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Kholid menilai kebijakan fiskal pemerintah harus bersifat adaptif, responsif, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Ia menambahkan, pemerintah perlu siap melakukan penyesuaian kebijakan apabila kondisi eksternal berubah secara signifikan.

“Kebijakan fiskal harus mampu beradaptasi dengan dinamika global. Jika diperlukan, pemerintah harus berani melakukan koreksi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi,” katanya.

Menurut Kholid, langkah antisipatif sangat penting untuk memastikan kesinambungan fiskal tetap terjaga sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap pengelolaan keuangan negara.

“Kepercayaan pasar adalah fondasi utama stabilitas ekonomi. Karena itu, disiplin fiskal dan kebijakan yang kredibel harus terus dijaga, terutama di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu,” tutupnya, dikutip dari rilis resmi DPP PKS, Sabtu, 7 Maret 2026. (*)

0 Komentar