Kementerian Haji Buka Peluang Besar bagi UMKM, Produk Lokal Bisa Masuk Ekosistem Haji

Jelang haji
Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi. Foto: Kemenhaj.
0 Komentar

PURWAKARTA, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji di berbagai daerah.

Upaya ini dilakukan agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berfokus pada layanan ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengatakan bahwa pengelolaan haji memiliki tiga misi utama yang dikenal dengan konsep Tri Sukses Haji.

Baca Juga:Agita Soroti Kesiapan Daerah Hadapi Perubahan Tata Kelola Haji 2026Presiden Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Haji, Bangun Kampung Haji di Makkah dan Tekan ONH

Ketiga misi tersebut mencakup keberhasilan dalam memfasilitasi pelaksanaan ibadah haji, penguatan ekosistem ekonomi haji, serta peningkatan nilai keadaban dan peradaban.

Hal tersebut disampaikan Jaenal saat kegiatan pembinaan yang berlangsung di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Purwakarta, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi haji perlu melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan keterlibatan tersebut, aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian dalam negeri.

Jaenal menekankan bahwa anggaran dan aktivitas ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan haji seharusnya dapat kembali memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah mengidentifikasi UMKM yang berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok produk oleh-oleh haji bagi para jamaah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Fasilitasi PE2HU Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Barat, Amri Yusri, menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji.

Baca Juga:Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji hingga Pasokan Energi dalam Pertemuan di HambalangSektor Pertanian Nasional Harus Perkuat Ekosistem Haji, Wamentan: Produk RI Harus Hadir di Tanah Suci

Ia mengungkapkan bahwa di provinsi tersebut terdapat 493 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), 740 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta 123 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Keberadaan berbagai lembaga ini dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem haji di daerah.

Selain itu, alokasi anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Jawa Barat mencapai sekitar Rp31,9 miliar yang telah disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Barat juga memiliki dukungan fasilitas yang cukup memadai, seperti dua embarkasi haji, satu bandara, serta 19 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) yang tersebar di sejumlah daerah.

0 Komentar