Jakarta, Berita86.com– Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan berbagai strategi pengaturan arus kendaraan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026.
Beragam skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah jalur utama guna mencegah kemacetan panjang.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah taktis, mulai dari penerapan sistem satu arah hingga pengalihan arus kendaraan di titik-titik rawan kepadatan.
Baca Juga:Tak Main-Main! 161 Ribu Personel Dikerahkan dan 2.476 Pos untuk Amankan Mudik 2026Kakorlantas Prediksi 4 Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Ini Tanggal yang Harus Diwaspadai
“Sejumlah rekayasa lalu lintas akan diterapkan, seperti one way, one way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, hingga kebijakan ganjil genap, khususnya di kawasan wisata yang diprediksi padat,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Kombes Aries Syahbudin saat rapat dengar pendapat mengenai kesiapan infrastruktur dan transportasi mudik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Tak hanya di jalur darat, perhatian juga difokuskan pada arus kendaraan di kawasan penyeberangan.
Salah satu titik krusial adalah lintasan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, yang menjadi jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Bali.
Untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur tersebut, Korlantas telah melakukan simulasi Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh direktur lalu lintas dari berbagai wilayah.
Dalam pengaturan yang disiapkan, kendaraan dari arah Jawa menuju Bali melalui Ketapang akan dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB pada 18 Maret 2026.
Sementara itu, arus kendaraan dari Gilimanuk menuju Jawa akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB.
Baca Juga:Mudik Lebaran 2026 Tanpa Cemas! Polri Buka Penitipan Motor dan Mobil GratisCATAT! Ini Dia Aturan One Way di Jalur Tol untuk Arus Mudik dan Arus Balik 2026
Selain itu, Korlantas juga telah melakukan simulasi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta para pengelola jalan tol untuk memetakan potensi kepadatan arus kendaraan selama periode mudik dan arus balik.
Menurut Aries, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah diperkirakan mampu membantu meredam lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 16–17 Maret 2026, bertepatan dengan periode WFA bagi aparatur sipil negara. Gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 18–19 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik diprediksi mulai meningkat pada 20 hingga 25 Maret 2026, dengan puncak kedua diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
