Jakarta, Berita86.com- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan penuh dalam mengantisipasi berbagai potensi keadaan darurat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam pemaparannya, Kabasarnas menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Baca Juga:Kakorlantas Prediksi 4 Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Ini Tanggal yang Harus DiwaspadaiPolresta Denpasar Siaga! Operasi Ketupat Agung 2026 Amankan Nyepi dan Lebaran
Operasi ini akan dilaksanakan secara terpadu bersama Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta berbagai potensi relawan dan organisasi SAR lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan pencarian dan pertolongan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga selama mobilitas tinggi pada masa Lebaran.
Basarnas juga mencatat tren peningkatan jumlah operasi SAR dalam beberapa tahun terakhir selama periode siaga Lebaran.
Pada 2025 tercatat 191 operasi SAR, meningkat signifikan dibandingkan 102 operasi pada 2024.
Data tersebut menjadi perhatian serius bagi Basarnas untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kejadian darurat.
Sebagian besar operasi penyelamatan berkaitan dengan kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.
Kasus yang sering terjadi antara lain orang tenggelam, terseret arus di sungai maupun pantai, hingga kecelakaan kapal seperti penumpang jatuh ke laut (man overboard) dan kapal tenggelam.
Sementara itu, sejak Januari hingga 9 Maret 2026, Basarnas telah menangani 593 operasi SAR di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:Mudik Lebaran 2026, Kapolda Sumsel Tekankan Pengamanan Humanis di Operasi KetupatMudik Lebaran 2026 Tanpa Cemas! Polri Buka Penitipan Motor dan Mobil Gratis
Dilansir dari rilis resmi Basarnas, mayoritas insiden yang ditangani juga berkaitan dengan kondisi yang mengancam keselamatan manusia.
Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan potensi kedaruratan saat Lebaran, Basarnas menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Di antaranya adalah pemantauan potensi bencana melalui informasi cuaca dan aktivitas alam, peningkatan kesiapan personel dan peralatan SAR, pendirian posko siaga di titik-titik strategis, serta patroli pemantauan bergerak di wilayah rawan.
Selain itu, Basarnas juga akan menggencarkan sosialisasi keselamatan di kawasan wisata berisiko tinggi serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan laporan kedaruratan dari masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Basarnas berharap seluruh potensi risiko selama arus mudik dan arus balik Lebaran dapat diantisipasi dengan cepat sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman. (*)
