Jakarta, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat lahirnya inovasi teknologi yang bisa langsung dimanfaatkan oleh para petani di lapangan.
Kolaborasi ini ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah menggelar pertemuan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta sejumlah rektor perguruan tinggi yang memiliki fokus pada sektor pertanian.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026, tersebut menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus pembahasan berbagai hasil riset kampus yang dinilai siap diterapkan secara nyata di sektor pertanian.
Baca Juga:Terima Aspirasi Para Bupati soal Kebutuhan Pertanian, Mentan: Daerah yang Siap dan Serius Kita Dukung PenuhPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan
Mentan Amran mengatakan, momentum bulan Ramadan membawa energi positif bagi lahirnya berbagai inovasi dari kampus yang dapat langsung membantu petani di berbagai daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin inovasi hanya berhenti pada tahap penelitian. Karena itu, sejumlah teknologi yang dinilai bermanfaat langsung dipesan untuk diuji di lapangan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berupa alat panjat kelapa yang dirancang untuk mempermudah proses panen.
Teknologi ini dianggap penting karena permintaan kelapa di pasar global saat ini terus meningkat, sehingga diperlukan cara panen yang lebih aman dan efisien bagi petani.
Pemerintah bahkan langsung memesan sepuluh unit alat tersebut untuk tahap uji coba di lapangan.
Selain itu, kampus tersebut juga tengah menyiapkan inovasi lain berupa traktor dengan biaya produksi yang jauh lebih terjangkau bagi petani.
Inovasi berikutnya datang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengembangkan alat pengering hasil pertanian atau dryer portabel.
Baca Juga:Detik-detik Gus Yaqut Digiring ke Tahanan KPK: Saya Tak Ambil Uang Sepeserpun!Dunia Dilanda Krisis Pangan, tapi Indonesia Aman! Prabowo Ungkap Kekuatan Besar RI
Alat ini dirancang agar dapat digunakan langsung di area produksi, seperti sawah atau kebun jagung, sehingga proses pengeringan hasil panen menjadi lebih cepat dan efisien.
Menariknya, Mentan Amran mengaku sempat mengira teknologi tersebut merupakan produk impor. Namun setelah ditelusuri, ternyata alat tersebut merupakan karya dosen dari ITB.
Melihat potensi manfaatnya, pemerintah langsung memesan empat unit alat pengering tersebut untuk diuji coba di lapangan. Jika hasilnya memuaskan, jumlahnya akan ditambah pada tahun berikutnya.
