Jakarta, Berita86.com– Pemerintah memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran 2026.
Upaya ini dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga dan instansi agar arus perjalanan menuju kampung halaman maupun arus balik dapat berjalan lancar.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pengamanan mudik merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak, bukan hanya satu institusi saja.
Baca Juga:Pemudik Wajib Tahu! Polisi Ungkap Aturan Istirahat yang Bisa Selamatkan Nyawa di JalanKorlantas Buka-bukaan: Ini Tanggal Paling Padat Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
Pernyataan tersebut disampaikan saat apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan mudik melalui Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, pasukan yang mengikuti apel merupakan personel yang akan terlibat langsung dalam pengamanan di lapangan.
Sementara itu, masih ada kekuatan tambahan yang bertugas memberikan dukungan dari berbagai sektor lain.
Ia menjelaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini melibatkan kerja sama antara TNI dan Polri dengan sejumlah lembaga seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Selain itu, berbagai unsur masyarakat juga turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan tertib.
Namun demikian, kelancaran arus lalu lintas juga sangat bergantung pada kedisiplinan para pengguna jalan.
Baca Juga:Tak Main-Main! 161 Ribu Personel Dikerahkan dan 2.476 Pos untuk Amankan Mudik 2026Kakorlantas Prediksi 4 Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Ini Tanggal yang Harus Diwaspadai
Masyarakat diimbau mematuhi aturan lalu lintas, termasuk tidak berhenti di bahu jalan tol serta memanfaatkan rest area secara tertib agar tidak menimbulkan kemacetan yang dapat mengganggu perjalanan pemudik lainnya.
Persiapan pengamanan sendiri telah dilakukan sejak awal bulan Ramadan. Pemerintah terus melakukan evaluasi dari pelaksanaan mudik pada tahun-tahun sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta sistem pengamanan yang diterapkan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan sekitar 661.243 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait lainnya. Operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 13 hari.
Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tertentu.
