Lonjakan Mudik Capai 250 Ribu Kendaraan, Kakorlantas Ungkap Waktu Paling Padat

Penjelasan
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Foto: Korlantas.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada Rabu malam, 18 Maret 2026 atau H-2 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Hal ini disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho berdasarkan hasil pemantauan langsung pergerakan kendaraan di berbagai jalur utama, baik tol maupun arteri.

Pada Rabu malam itu, lonjakan volume kendaraan terlihat signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Pada Selasa, 17 Maret 2026, jumlah kendaraan tercatat sekitar 221 ribu unit.

Baca Juga:Jangan Kaget! Rekayasa Lalu Lintas Baru Berlaku, Ini Rute One Way Mudik 2026GT Kalikangkung Jadi Sorotan Mudik 2026, Kapolri Turun Langsung Pastikan Perjalanan Aman

Sementara pada Rabu malam, angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga mendekati 250 ribu kendaraan.

Meski kepadatan terjadi di sejumlah titik, Kakorlantas Agus Suryonugroho menegaskan bahwa arus lalu lintas secara umum masih terpantau bergerak dan terkendali.

Sejak pagi hingga malam hari pada Rabu, peningkatan kendaraan terus terjadi secara bertahap. Namun kondisi di lapangan masih bisa diantisipasi berkat berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemberlakuan sistem one way nasional yang dimulai sejak Rabu siang hingga wilayah Jawa Tengah. Kebijakan ini dinilai cukup efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.

Di sisi lain, Jawa Tengah juga menerapkan rekayasa one way lokal dari KM 414 menuju arah Bawen, yang hingga kini masih dalam kondisi stabil dan terkendali.

Tidak hanya di jalan tol, peningkatan volume kendaraan juga terjadi di jalur arteri. Meski sempat terjadi perlambatan di beberapa titik, arus kendaraan secara keseluruhan masih relatif lancar.

Sementara itu, aktivitas di pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni juga dilaporkan berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Baca Juga:Menhub dan KDM Sidak Jalur Mudik, Soroti Bahaya Penyapu Koin di Pantura IndramayuASN DKI Jakarta Dilarang Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik, Ini Sanksinya bagi yang Melanggar

Kabar positif datang dari sisi keselamatan. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun ini mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan, pelayanan di lapangan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan arus mudik mulai memberikan hasil yang signifikan.

Meski kondisi relatif terkendali, para pemudik tetap diingatkan untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan menjaga kewaspadaan selama di perjalanan.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi momen penuh harapan untuk berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, keselamatan tetap menjadi hal utama agar semua bisa sampai tujuan dan kembali dengan selamat. (*)

0 Komentar