INDRAMAYU, Berita86.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menjerat mantan Bupati Ade Kuswara Kunang.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di dua lokasi berbeda di Jawa Barat.
Langkah awal dilakukan pada Rabu, 1 April 2026, saat tim KPK menggeledah rumah milik Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono di Bandung.
Baca Juga:Kena OTT KPK, Ini Konstruksi Perkara yang Menjerat Bupati Bekasi dan Ayahnya DPR Beri Penghargaan Langka ke Kapolres Bekasi, Sosok Sumarni Jadi Sorotan Usai Tuntaskan Konflik 4 Tahun!
Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan aliran dana dalam praktik suap proyek yang tengah diusut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti tambahan.
Tak berhenti di Bandung, penyidik KPK kemudian melanjutkan penggeledahan ke kediaman pribadi Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu di Indramayu pada Kamis, 2 April 2026.
Langkah ini dilakukan guna menelusuri lebih jauh dugaan keterkaitan serta kemungkinan adanya bukti lain terkait kasus yang sama.
Menurut Jubir KPK, seluruh proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan pemadaman kamera pengawas (CCTV), KPK menegaskan bahwa hal tersebut bukan dilakukan oleh penyidik.
Budi Prasetyo menyatakan bahwa CCTV dimatikan oleh pihak keluarga, sementara tim penyidik hanya melakukan pemeriksaan tanpa melakukan penyitaan perangkat tersebut.
Baca Juga:KDM Tampilkan Data Kas Daerah Jawa Barat Secara Terbuka di Media SosialKDM Resmikan Aplikasi Nyari Gawe untuk Permudah Akses Kerja di Jawa Barat
Selama proses di Bandung, kegiatan penggeledahan turut disaksikan oleh keluarga, termasuk istri Ono Surono, serta perwakilan lingkungan setempat.
KPK juga memastikan bahwa dokumen administrasi penyidikan telah diperlihatkan secara sah sebelum tindakan dilakukan.
Rangkaian penggeledahan dari Bandung hingga Indramayu ini menandai keseriusan KPK dalam membongkar dugaan praktik suap proyek yang melibatkan sejumlah pihak.
Kasus ini pun terus menjadi sorotan publik karena berpotensi mengungkap jaringan yang lebih luas. (*)
