SALATIGA, Berita86.com– Angin segar mulai dirasakan peternak sapi perah di Salatiga, Jawa Tengah.
Dukungan pemerintah yang semakin kuat dari sektor hulu hingga hilir membuat para pelaku usaha susu kian percaya diri untuk mengembangkan bisnisnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem peternakan yang lebih sehat, mulai dari penyediaan bibit unggul, efisiensi produksi, hingga perluasan akses pasar bagi peternak.
Baca Juga:Kementan dan JICA Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Produksi Susu dan Daging NasionalDi Baturraden, Menko Pangan Dorong Penguatan Susu Nasional untuk Sukseskan Program MBG
Komitmen ini terlihat dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke KSU Ngudi Luhur, Salatiga, pada Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum terbuka bagi peternak untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Dalam dialog tersebut, peternak dari KSU Ngudi Luhur dan KUD Getasan menyuarakan sejumlah kebutuhan mendesak.
Mulai dari ketersediaan sapi perah berkualitas, pengelolaan pakan yang lebih efisien, hingga dukungan sarana produksi dan distribusi.
Para peternak menilai, dukungan tersebut akan berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi dan kualitas susu.
Fasilitas seperti alat pendingin, sistem distribusi yang lebih baik, serta peningkatan kapasitas SDM dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk.
Selain itu, stabilitas harga juga menjadi perhatian utama. Peternak berharap harga susu tetap terjaga, minimal di kisaran Rp7.000 per liter, agar usaha yang dijalankan tetap menguntungkan dan berkelanjutan.
Baca Juga:Mentan Amran Tantang IPB: Jangan Jual Mitos, Jual Ide! Riset Harus Jadi Bisnis NyataGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha.
Ia menyebut, seluruh masukan dari peternak akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, pihak Kementan melalui jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menekankan pentingnya penguatan sektor hulu sebagai fondasi utama peningkatan produksi.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menyampaikan bahwa penyediaan bibit unggul dan penerapan manajemen peternakan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis melalui Rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Penyediaan Susu dan Daging Nasional (P2SDN).
