Koneksi Narkoba dan Terorisme Jadi Ancaman Nyata, BNN-BNPT Bergerak Cepat

Kolaborasi
Kepala BNPT Eddy Hartono (kanan) dan Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto. Foto: BNN.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Upaya memperkuat keamanan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi antar lembaga.

Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menjalin koordinasi lebih erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna menghadapi ancaman narkotika dan terorisme yang semakin kompleks.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan kerja ke kantor BNPT di Bogor pada Kamis, 9 April 2026.

Baca Juga:Di Depan DPR, Kepala BNN Ingatkan Dampak Besar Jika Aturan Ini DiubahBNN Gandeng Rusia, Strategi Baru Lawan Narkotika Internasional Mulai Diterapkan

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi kejahatan lintas sektor.

Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Ia juga mengungkap adanya keterkaitan antara jaringan narkotika dan terorisme di tingkat global, yang dikenal sebagai narcoterrorism—di mana aktivitas perdagangan narkoba kerap menjadi sumber pendanaan bagi kelompok teroris.

Menurutnya, penguatan koordinasi ini sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat sistem pertahanan dan keamanan.

Di sisi lain, BNPT terus menjalankan program pembinaan bagi narapidana terorisme secara bertahap, mulai dari kategori risiko tinggi hingga menengah.

Pendekatan yang digunakan lebih terbuka, namun tetap dalam pengawasan ketat.

Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan keterampilan dan pendampingan sosial guna mendukung proses reintegrasi ke masyarakat.

Sementara Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai pendekatan pembinaan yang menekankan pemberdayaan, bukan sekadar hukuman, menjadi kunci penting agar para mantan warga binaan bisa kembali produktif dan tidak mengulangi kesalahan.

Baca Juga:BNN Ungkap Clandestine Laboratory di Bali, Amankan Dua Orang WNA RusiaBNN Luncurkan Call Center 184, Layanan Aduan Narkotika Siaga 24 Jam

Dalam penanganannya, BNN menekankan pentingnya pengendalian adiksi bagi pengguna narkotika, sementara pada kasus terorisme diperlukan pendekatan ideologis.

Meski berbeda, keduanya membutuhkan pembinaan berkelanjutan serta dukungan ekonomi bagi para mantan pelaku.

Salah satu contoh konkret adalah pengalihan komoditas di wilayah Gayo Lues, dari tanaman ganja menjadi kopi sebagai alternatif sumber penghasilan masyarakat.

Tak hanya itu, BNN juga menyoroti tren baru penyalahgunaan narkotika yang semakin beragam.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan rokok elektrik (vape) yang dicampur zat berbahaya seperti etomidate, terutama di kalangan generasi muda.

Dilansir dari rilis resmi BNN, dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) yang digunakan sebagai pusat pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

0 Komentar