HAB Ke-80 Dirayakan dengan Sederhana, Dana Difokuskan untuk Korban Bencana Sumatera

Sederhana
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan seluruh rangkaian peringatan HAB ke-80 telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran sederhana. Foto: Kemenag.
0 Komentar

Sejumlah wilayah masih tergenang air, kondisi tanah belum sepenuhnya kering, serta terdapat infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana.

“Alhamdulillah, saat ini sebagian besar jembatan telah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” terang Menag, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama.

Target dana bantuan ini dialokasikan untuk pemulihan 1.137 masjid terdampak, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, bantuan 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.

Baca Juga:Capaian Positif di 2025: Quran Kemenag Android Tembus Satu Juta PenggunaKemenag Rilis Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026, Simak Lengkap di Sini

Adapun sampai saat ini 935 masjid telah dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah tersalurkan, 435 madrasah terdampak sudah siap kegiatan belajar-mengajar, serta bantuan-bantuan lain yang telah tersalurkan seperti 5.886 paket sarana pembelajaran (meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer), 6.410 paket alat kebersihan, dan 792 paket peralatan darurat (tenda, genset, pompa air, dan alat semprot).

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang telah menggelar kegiatan donor darah pada rangkaian HAB ke-80.

Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat, termasuk di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kegiatan ini sangat membantu, mengingat stok darah di Palang Merah Indonesia dan rumah sakit sering kali menipis, khususnya menjelang dan saat bulan suci Ramadan,” ujar Menag.

Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kerja ikhlas beramal di lingkungan aparatur serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.

Dalam arahannya, Menag jug mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mensyukuri perjalanan delapan dekade Kemenag.

Menurutnya, usia 80 tahun merupakan fase yang sarat pengalaman, tantangan, dan prestasi, namun sekaligus menjadi pengingat agar tidak larut dalam kebanggaan.

Baca Juga:Menag: ASN Kemenag Itu seperti Air Putih, Sedikit Saja Tercemar, Semua Orang akan MelihatnyaMuncul Perdebatan soal Penetapan Waktu Subuh di Indonesia, Simak Penjelasan Kemenag

“Capaian-capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri, patut kita syukuri. Namun, setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.

Terkait tema HAB ke-80, Menag menekankan bahwa persatuan dan kerukunan umat beragama harus diarahkan pada terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.

0 Komentar