Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah tanaman endemik gambir yang dinilai memiliki potensi strategis sebagai komoditas ekspor bernilai tambah tinggi.
Akademisi Universitas Andalas, Muhammad Makky, sebagaimana dilansir dari laman Kemensetneg, menjelaskan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan mentah, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain.
Ia berharap pemerintah dapat mendorong pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan nasional. (*)
