Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Perkuat Pemerataan Pendidikan Nasional

Sekolah Rakyat
residen Prabowo Subianto meresmikan Sekolah Rakyat, dipusatkan di BBPPKS, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Foto: Setkab.
0 Komentar

BANJARBARU, Berita86.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peresmian tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.

Peresmian tahap pertama Program Sekolah Rakyat ini mencakup 131 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan konsep sekolah berasrama yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.

Baca Juga:Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan Nasional 2025Taklimat Awal Tahun, Presiden Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

Setiap Sekolah Rakyat dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, antara lain ruang kelas yang memadai, perangkat komputer atau laptop untuk setiap siswa, TV board sebagai media pembelajaran interaktif, serta sarana pendukung lainnya seperti fasilitas olahraga dan musik.

Tidak hanya fokus pada aspek akademik, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan peserta didik.

Para siswa Sekolah Rakyat mendapatkan layanan makan bergizi bersama sebanyak tiga kali sehari, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan, gizi, dan kualitas hidup peserta didik agar mampu mengikuti proses belajar secara optimal.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui pengembangan yang berkelanjutan, program ini dirancang untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan tertinggal, sehingga tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Hingga tahap awal pelaksanaan, hampir 16.000 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, dengan dukungan lebih dari 7.000 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Secara rinci, 166 Sekolah Rakyat tersebut menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan, yang menjadi tulang punggung operasional dan keberhasilan program ini.

Baca Juga:Seskab Teddy Sebut Ada Penugasan Khusus dari Presiden di Awal 2026, Simak PenjelasannyaPresiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir Bersama Rakyat saat Bencana Melanda

Ke depan, pemerintah menargetkan Program Sekolah Rakyat terus berkembang hingga mencapai 500 sekolah dengan kapasitas masing-masing 1.000 siswa.

Target tersebut direncanakan dapat terwujud secara bertahap hingga tahun 2029, seiring dengan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan dan kualitas layanan pendidikan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian Sekolah Rakyat merupakan wujud keberanian negara dalam mengambil langkah strategis demi memenuhi kebutuhan dasar rakyat, khususnya di bidang pendidikan.

0 Komentar