Jakarta, Berita86.com- Untuk menentukan atau menetapkan awal Ramadan 2026, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat.
Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah sendiri rencananya akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 2026 ini akan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Baca Juga:Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat Pangan dari DOC hingga Daging Sapi Jelang RamadanSambut Ramadan, Ini Hukum Kultum sebelum Sholat Tarawih
Hal tersebut seperti disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.
Dalam rilis resmi Kementerian Agama yang dikutip pada Jumat, 30 Januari 2026, Abu Rokhmad mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyatulhilal dalam penetapan awal bulan Hijriah.
“Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. Ini penting untuk merangkul seluruh pendekatan yang berkembang di masyarakat, sekaligus menjaga persatuan umat,” jelas Abu Rokhmad dalam Rapat Persiapan Sidang Isbat Awal Ramadan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi posisi strategis pemerintah dalam merangkul keragaman metode penetapan awal bulan yang digunakan berbagai ormas Islam.
Ia menjelaskan, sidang isbat melibatkan representasi luas umat, mulai dari ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hidayatullah, dan Persatuan Umat Islam (PUI), hingga pakar falak dan astronomi dari berbagai lembaga, seperti BMKG, BRIN, Planetarium, dan observatorium astronomi.
“Karena melibatkan representasi luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan dan kebangsaan yang kuat,” tegasnya.
Abu juga menegaskan, penyelenggaraan sidang isbat memiliki dasar hukum yang kuat dan legitimasi melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat.
Baca Juga:Capaian Positif di 2025: Quran Kemenag Android Tembus Satu Juta PenggunaMenag: ASN Kemenag Itu seperti Air Putih, Sedikit Saja Tercemar, Semua Orang akan Melihatnya
Regulasi tersebut mengatur metode penetapan awal bulan Hijriah melalui integrasi hisab dan rukyatulhilal, kriteria imkanur rukyat MABIMS, serta tata cara pelaksanaan sidang isbat dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, menyampaikan, sidang isbat awal Ramadan 2026 dilaksanakan pada 29 Syakban 1447 H yang bertepatan dengan 17 Februari 2026.
“Sidang isbat ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadan, sekaligus forum musyawarah untuk menetapkan awal puasa secara bersama,” ujar Arsad.
Ia memaparkan, berdasarkan data hisab, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada -2° 24.71′ sampai 0° 58.08′ dengan sudut elongasi antara 0° 56.39′ sampai 1° 53.60′.
