Harlah 100 Tahun NU, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan, Hadir dan Melayani

Harlah NU
Anggota DPD RI Dr H Hilmy Muhammad MA atau Gus Hilmy menyampaikan orasi kebangsaan pada peringatan Harlah 100 Tahun NU di aula PCNU Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Foto: Dok DPD RI.
0 Komentar

“Mengenai pelayanan organisasi, kita harapkan tidak hanya bangga memiliki sekolah, klinik, tapi diurus dengan sekenanya, semaunya. Tidak ada disiplin dan kesungguhan. Maka jangan salahkan orang berpindah ke lain hati,” ujarnya.

“Kita sudah tidak bisa lagi sekadar jualan bendera, tapi harus diimbangi dengan keseriusan dalam pelayanan dan pengelolaannya,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tersebut.

Demikian pula dengan pengelolaan unit baru yang telah diluncurkan oleh PCNU Kabupaten Bantul, yaitu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) NU.

Baca Juga:Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian, Santuni Keluarga Prajurit Marinir yang GugurKata Menteri Agama: MBG Bikin Santri Belajar Lebih Semangat

Gus Hilmy menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Ia menegaskan bahwa kekuatan NU tidak terletak pada simbol, tetapi pada pelayanan yang amanah, transparan, dan profesional, termasuk dalam bimbingan ibadah haji dan umrah.

Di sisi lain, Gus Hilmy juga mendorong pengurus NU untuk adaptif terhadap teknologi. Pengelolaan program sosial dan ekonomi dinilai perlu memanfaatkan sarana digital agar lebih efektif dan efisien.

“Penggunaan teknologi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Koin NU dibuat barcode, pemasaran produk-produk NU melalui jejaring platform online, dan sebagainya,” kata Mustasyar PWNU DIY tersebut, dilansir dari rilis resmi DPD RI.

Selain itu, Gus Hilmy mengajak NU melahirkan terobosan baru yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan anak muda.

Mulai dari bimbingan belajar, ruang kreativitas, hingga produksi konten digital yang mengangkat sejarah lokal, nilai keislaman, dan tradisi NU.

Dalam penutup, Gus Hilmy menekankan pentingnya sinergi antara NU, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

Konsolidasi antarlini dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi syarat utama agar NU tetap berperan dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang mulia.

Baca Juga:Jokowi Bantah Tuduhan Arahan Korupsi: Tanggung Jawab Ada pada IndividuPrabowo Pulang Bawa Hasil: Investasi Rp90 Triliun, Ratusan Ribu Lapangan Kerja, hingga Peran Global RI

“Sinergi dan kolaborasi harus terus dijaga, baik internal maupun dengan berbagai pihak. Kita tidak mungkin bisa membangun negara sendiri. Kita butuh banyak orang untuk membangun negara. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane,” pungkas Gus Hilmy. (*)

0 Komentar