JAKARTA, Berita86.com- Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berlandaskan pendekatan realistis dan prinsip kehati-hatian, khususnya terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) serta upaya penyelesaian konflik Palestina.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama para tokoh diplomasi, akademisi, serta pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan pertimbangan strategis Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global, termasuk situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Baca Juga:Dialog Strategis: Presiden Prabowo Bertemu Tokoh Ormas Islam, Tokoh Agama, dan Pimpinan PesantrenPrabowo Paparkan Arah Diplomasi RI dan Board of Peace di Hadapan Eks Menlu, Akademisi, hingga DPR
Pemerintah, menurut Presiden, tetap memegang teguh prinsip kemanusiaan, kepentingan nasional, serta konsistensi sikap politik luar negeri bebas dan aktif.
Pada kesempatan tersebut, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai Presiden Prabowo memiliki pandangan yang realistis dalam melihat situasi saat ini.
Di mana BoP dinilai sebagai satu-satunya opsi yang tersedia untuk mengawal proses transisi di Gaza.
Dino mengapresiasi sikap Presiden yang memahami berbagai tantangan dan risiko geopolitik, sekaligus tetap membuka kemungkinan bagi Indonesia untuk menarik diri apabila keikutsertaan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar dan kepentingan nasional.
Senada dengan itu, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menekankan bahwa keputusan Indonesia bergabung dalam BoP tidak diambil secara terburu-buru.
Keputusan tersebut, kata Hassan, melalui proses konsultasi intensif dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Sebanyak delapan negara Islam yang terlibat diharapkan dapat menjadi kekuatan penyeimbang dalam pengambilan keputusan, sehingga proses yang berjalan tetap berorientasi pada tujuan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat Palestina.
Baca Juga:Presiden Prabowo Terima Jajaran DPP dan DPW PKB, Bahas Ekonomi Berkeadilan hingga Kepemimpinan GlobalRakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Pilar Utama Bangsa
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai perkembangan dan arah kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Dalam forum diskusi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan penjelasan mengenai langkah-langkah diplomasi yang telah ditempuh pemerintah, sekaligus mendengarkan berbagai masukan serta menjawab pertanyaan dari para tokoh yang hadir.
Presiden menegaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang ia lakukan selalu berorientasi pada pencapaian konkret dan manfaat langsung bagi bangsa Indonesia.
