Data terbaru mencatat sebanyak 464 unit rumah terdampak, terdiri dari 205 rumah rusak berat, 174 rusak sedang, dan 85 rusak ringan.
Dampak juga meluas ke 36 fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan, tiga akses jalan, satu jembatan, serta satu bendungan irigasi.
Jumlah pengungsi sementara mencapai 2.425 jiwa dari 590 kepala keluarga, ditambah 526 santri, yang tersebar di enam titik pengungsian.
Baca Juga:Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Tegaskan Keselamatan Warga dan Percepatan RelokasiUPDATE TERBARU: BNPB Catat 1.204 Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut
Pendataan masih terus dilakukan mengingat kondisi tanah yang masih aktif dan pergerakan warga yang dinamis.
BPBD Kabupaten Tegal bersama instansi terkait melaksanakan operasi tanggap darurat, meliputi evakuasi warga, pendirian dapur umum dengan penyediaan sekitar 1.050 porsi makanan, serta distribusi logistik melalui Pos Lapangan di Balai Desa Padasari.
Layanan kesehatan disediakan melalui pos kesehatan dan pemeriksaan keliling, sementara kebutuhan air bersih dipenuhi melalui perbaikan jaringan pipa dan suplai truk tangki.
Penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur masih menunggu rekomendasi teknis Badan Geologi terkait tingkat keamanan lahan.
Opsi penanganan menengah mencakup pemanfaatan lahan Perhutani, sewa lahan milik warga, hingga kemungkinan relokasi apabila lokasi dinyatakan tidak aman. Status Tanggap Darurat ditetapkan selama 14 hari, terhitung 3 hingga 16 Februari 2026.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Warga diminta memantau informasi resmi dan segera melaporkan tanda-tanda awal bencana seperti retakan tanah, pergerakan lereng, peningkatan debit sungai, maupun genangan air yang meluas. (*)
