JAKARTA, Berita86.com- Minggu, 8 Februari 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menggelar aksi gotong royong besar-besaran melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih.
Para pejabat dibagi untuk memimpin aksi Jaga Jakarta Bersih, di mana Wakil Gubernur Rano Karno memimpin di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus).
Rilis resmi Pemprov DKI Jakarta menyebutkan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan di Jalan Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang menjadi salah satu titik fokus pembersihan.
Baca Juga:Banten dan Jakarta Perkuat Sinergi, Kajian MRT hingga Balaraja Resmi DimulaiBNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca Amankan Jakarta–Jawa Barat dari Hujan Ekstrem
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat.
Aksi ini dilakukan secara serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Gerakan Jaga Jakarta Bersih memang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Jakarta.
“Hari ini secara bersamaan kita mengikuti kerja bakti, gotong royong melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih,” ujar Rano, di lokasi kegiatan.
Gerakan ini melibatkan hampir 100 ribu personel gabungan, yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Tenaga Ahli (TA) Pemprov DKI Jakarta, serta masyarakat dan TNI/Polri.
Dalam kegiatan ini, Pemprov DKI mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 dump truck untuk menangani 66 lokasi prioritas.
Kegiatan ini sesuai dengan Instruksi Sekretaris Daerah No 2 Tahun 2026 dan bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, sekaligus sebagai langkah preventif menghadapi musim pancaroba, yang biasanya diikuti dengan potensi penyakit DBD.
Baca Juga:Longsor dan Tanah Bergerak Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, 7 Meninggal dan Ribuan Warga MengungsiBNPB Perkuat Penanganan Banjir Jakarta, Pastikan Logistik dan OMC Berjalan Optimal
“Makanya kenapa semak-semak kita perbaiki, sungai, air, dan air-air yang tergenang kita harus segera hilangkan,” katanya.
Rano menyampaikan, fokus utama kegiatan ini melakukan pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas saluran ait dan mencegah penyumbatan sampah.
“Karena yang namanya fogging itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M. Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat,” jelas Rano.
Pemprov DKI, lanjut Rano, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta dalam melaksanakan kegiatan ini.
