Tahap Pertama Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kaltim Ikut Ambil Bagian

Groundbreaking
Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I di perkebunan Pandawa Afd 2, lahan PTPN III Regional V, Desa Suatang, Kecamatan Pasir Belengkong, Paser, Kaltim. Foto: Ditjen PKH Kementan.
0 Komentar

Paser, Kalimantan Timur, Berita86.com- Pemerintah mulai merealisasikan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi.

Ini sebagai langkah strategis memperkuat swasembada protein hewani, menekan disparitas harga telur dan daging ayam antarwilayah, serta mendukung Program Makan Bergizi (MBG).

Program ini mengintegrasikan seluruh rantai usaha perunggasan dari hulu hingga hilir agar pasokan lebih stabil dan produksi lebih merata di berbagai daerah.

Baca Juga:Dimulai dari Malang: Groundbreaking Hilirisasi Ayam di 6 Titik, Perkuat Pasokan Protein NasionalDukung MBG, Danantara Siapkan Rp20 Triliun untuk Peternak Ayam Pedaging dan Petelur

Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, program tersebut ditandai dengan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I yang dilaksanakan di perkebunan Pandawa Afd 2, lahan PTPN III Regional V, Desa Suatang, Kecamatan Pasir Belengkong, Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal pembangunan fasilitas farm Parent Stock (PS) Layer dan Hatchery.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Joko Bawono, menyampaikan bahwa tahap awal pembangunan memanfaatkan lahan seluas 10 hektare melalui kerja sama dengan PTPN.

Fasilitas PS ayam petelur yang dibangun memiliki kapasitas minimal 100.000 ekor per siklus produksi.

“Hari ini kita lakukan groundbreaking parent stock. Ke depan, jika berkembang menjadi kawasan terintegrasi, kami siap memperluas lahan hingga 100 hektare,” ujarnya.

Joko menjelaskan, pembangunan PS menjadi fondasi utama dalam mewujudkan industri ayam terintegrasi karena menentukan ketersediaan bibit secara berkelanjutan.

Dengan bibit yang terjamin, rantai produksi telur dan daging ayam di tingkat hilir dapat berjalan lebih efisien dan tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Baca Juga:MENSOS TEGAS! Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Reaktivasi Bisa CepatKerja Sama Indonesia-Australia: Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Indo-Pasifik

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap hilirisasi ayam petelur dapat menekan angka inflasi serta memenuhi kebutuhan telur lokal secara mandiri.

“Program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan memperkuat posisi Paser sebagai penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkapnya, di laman resmi Ditjen PKH Kementan.

Groundbreaking di Kalimantan Timur dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan; Sekretaris Daerah Kabupaten Paser; Direktur Utama PTPN III beserta jajaran direksi.

Kemudian unsur Forkopimda Kabupaten Paser, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Direktur Perumda Prima Jaya Taka Kabupaten Paser, serta Ketua Forum UMKM Kabupaten Paser.

0 Komentar