Wamentan Sudaryono Kirim Bantuan HKTI Rp1 Miliar ke Pemalang dan Bandung Barat

Kirim bantuan
Wamentan Sudaryono melepas bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Pemalang dan Bandung Barat. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Kepedulian kepada masyarakat ditunjukkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Pada Selasa, 10 Februari 2026, Wamentan Sudaryono melepas bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Pemalang, Jawa Tengah, dan Bandung Barat, Jawa Barat.

Pelepasan bantuan dilakukan di halaman Kantor HKTI, Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari program HKTI Peduli.

Baca Juga:Sinergi Kuat Kementan–Polri, Produksi Naik dan Harga Pangan Tetap StabilMentan Bawa 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana

Pada kesempatan tersebut, Wamentan Sudaryono melepas 10 truk bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar yang dikhususkan untuk masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pemalang serta Kabupaten Bandung Barat.

Sebanyak lima truk bantuan dikirim ke Pemalang dan lima truk ke Bandung Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian dan posko bencana.

Bantuan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat terdampak.

Sudaryono menegaskan bahwa HKTI ingin memastikan bantuan yang kami kirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Dan yang paling penting adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa segera terbantu, terutama untuk kebutuhan pangan dan logistik dasar,” ujar Sudaryono pada giat pelepasan bantuan HKTI peduli ke Pemalang dan Bandung Barat.

Di Kabupaten Pemalang, bantuan disalurkan bagi pengungsi korban banjir bandang di sembilan desa di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga.

Bantuan meliputi bahan pangan pokok, kebutuhan balita dan lansia, perlengkapan kebersihan, obat-obatan ringan, serta perlengkapan darurat seperti jas hujan.

Baca Juga:Sektor Pertanian Nasional Harus Perkuat Ekosistem Haji, Wamentan: Produk RI Harus Hadir di Tanah SuciPresiden Prabowo: NU Memiliki Peran Besar dalam Menjaga Persatuan dan Kedamaian Bangsa

Sementara itu di Kabupaten Bandung Barat, bantuan disalurkan melalui posko bencana dengan fokus pada kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Selain paket bahan pokok dan obat-obatan, HKTI juga menyalurkan 100 paket alat tulis sekolah untuk mendukung kegiatan belajar siswa terdampak bencana.

Selain bantuan darurat, Sudaryono menegaskan HKTI akan ikut mengawal rehabilitasi pascabencana, khususnya pada sektor pertanian.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan di Pemalang dan Bandung Barat, salah satu faktor pemicu banjir dan longsor adalah kondisi lahan miring yang minim tanaman keras.

“Setelah ini HKTI tidak berhenti di bantuan darurat. Kami akan ikut mengawal rehabilitasi pascabencana, termasuk penanaman kembali sawah yang rusak. Dari hasil peninjauan kami di lapangan, salah satu penyebab banjir dan longsor adalah lahan miring yang tidak ditopang tanaman keras,” jelas Sudaryono.

0 Komentar