Surabaya, Berita86.com- Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Komisi IV DPR RI melakukan pengawasan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Kunjungan kerja spesifik pada Kamis, 12 Februari 2026 tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan.
Dalam pemantauan yang merujuk pada data per 12 Februari 2026, sejumlah komoditas utama tercatat relatif stabil.
Baca Juga:Bapanas: Stok Pangan Pokok Strategis Lebih dari Cukup untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Pilar Utama Bangsa
Harga beras premium berada di kisaran Rp15.500 per kilogram, sementara beras medium program SPHP sebesar Rp12.000 per kilogram. Gula pasir lokal dijual Rp17.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng curah, harga terpantau Rp21.000 per liter, sedangkan Minyakita berada di angka Rp15.700 per liter. Daging sapi dijual berkisar Rp115.000 hingga Rp130.000 per kilogram, dan ayam broiler Rp39.000 per kilogram.
Komisi IV juga menyoroti sejumlah komoditas strategis lainnya. Seperti telur ayam broiler Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, cabai merah besar Rp28.000 per kilogram.
Lalu, bawang merah Rp40.000 per kilogram, serta bawang putih di kisaran Rp35.000–38.000 per kilogram. Harga Gas Elpiji 3 kilogram tercatat Rp21.000.
Melalui kunjungan ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
Langkah tersebut dinilai krusial agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pangan.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Baca Juga:Sinergi Kuat Kementan–Polri, Produksi Naik dan Harga Pangan Tetap StabilMentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat Pangan dari DOC hingga Daging Sapi Jelang Ramadan
Pemerintah memastikan tidak hanya komoditas beras saja yang aman, melainkan jenis pangan pokok lainnya juga mencukupi.
“Stok (cadangan beras pemerintah) banyak. Sekarang stoknya 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan (bisa) 3,8 juta ton. Bulan Maret bahkan bisa 4 juta ton. (Bantuan pangan) kita percepat. SK-nya (penugasan) sudah,” ungkap Amran Sulaiman ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam catatan Bapanas, per 11 Februari 2026, total beras yang dikelola Perum Bulog masih sangat kuat dengan berada di level 3,41 juta ton. Realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri oleh Bulog pun semakin melesat.
