Menurutnya, para kiai dan santri mampu memberikan rujukan yang tepat demi kebaikan bersama.
“Semua bisa memberikan referensi yang tepat dengan penuh kebaikan demi kebaikan. Para santri tentu perlu memiliki komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan kita semua,” ujar Khofifah.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan kearifan lokal dalam membangun karakter bangsa.
Baca Juga:Presiden Prabowo: NU Memiliki Peran Besar dalam Menjaga Persatuan dan Kedamaian BangsaMenko Polkam Ingatkan Ancaman Siber: Disiplin dan Kesiapsiagaan Jadi Kunci Keamanan Nasional
“Dari sisi mindset, harus memiliki wawasan global, tetapi dari sisi kebijakan harus berbasis local wisdom. Dengan local wisdom dan global mindset, mestinya dapat terbangun karakter akhlakul karimah,” tambah Gubernur Jatim.
Sementara Ketua Umum PERGUNU dan JKSN, KH Asep Saifuddin Chalim juga menyampaikan pandangan senada bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya melalui penyelenggaraan pendidikan sebagai bagian dari perlawanan terhadap penjajahan.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng kebangsaan.
“Pondok Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng kebangsaan, sehingga pondok pesantren harus mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud,” ujar Asep, dilansir dari rilis resmi Kemenko Polkam. (*)
