Situbondo, Berita86.com- Penanganan pascaledakan petasan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memasuki hari kedua pada Kamis, 19 Februari 2026.
Aparat gabungan dari berbagai unsur terus melakukan identifikasi, pendataan korban, serta sterilisasi lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif.
Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang melibatkan sejumlah satuan. Seperti Tim Balmetfor Polda Jawa Timur yang dipimpin AKBP Agus Santoso, Tim Ident Polda Jawa Timur di bawah Kompol Sutrisno.
Baca Juga:Ini Kronologi Lengkap Hilangnya Anggota Brimob Polda Aceh sampai Terkuak Jadi Tentara RusiaWadankorbrimob Polri Anugerahkan Satya Lencana Pengabdian kepada 251 Personel Terbaik
Kemudian, Kompi 3 Batalyon B Pelopor dipimpin AKP Hariyanto, jajaran Polsek Banyuputih oleh AKP Hasan Bisri, serta Unit Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur yang dipimpin Iptu Hendra Fatra.
Dari rilis resmi Humas Brimob Polri, dikutip pada Jumat, 20 Februari 2026, berdasarkan hasil identifikasi sementara, satu orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Supriyadi (54), seorang tukang yang tertimpa reruntuhan tembok akibat ledakan.
Selain itu, enam warga mengalami luka berat. Masing-masing Abdurahman (15), Umi Kulsum (60), Samsul Arifin (22), M.B. Faidzin (20), Alfinus (20), dan Rico A (25), yang seluruhnya merupakan warga Desa Sumberanyar.
Dari sisi kerusakan, rumah milik Umi Kulsum yang menjadi titik pusat ledakan mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah.
Sedikitnya tujuh rumah di sekitar lokasi turut terdampak dengan kategori kerusakan ringan. Hingga kini, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Dalam upaya penyelidikan lebih lanjut, aparat memperluas penyisiran dan sweeping dari titik pusat ledakan ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan peledak atau petasan yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga:AHY: Imlek Nasional Demokrat Jadi Simbol Persatuan, Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan NasionalKPK Tahan 4 Tersangka Dana Hibah Pokmas Jawa Timur 2019-2022, Salah Satunya Mantan Kepala Desa
Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan maupun membuat petasan, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah suasana bulan suci Ramadan.
Aparat pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi terciptanya situasi yang aman dan damai. (*)
