Diplomasi Prabowo di AS Hasilkan Empat Kesepakatan Strategis, Seskab: Perkuat Ekonomi dan Kedaulatan Energi

Penjelasan
Seskab Teddy Indra Wijaya. Foto: Setkab.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, D.C., Amerika Serikat, membuahkan hasil konkret bagi penguatan ekonomi nasional dan kedaulatan energi.

Sejumlah kesepakatan strategis berhasil dicapai dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, Kamis, 19 Februari 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global, terutama dalam sektor perdagangan, investasi, dan energi.

Baca Juga:Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Resiprokal, Indonesia Peroleh Akses Pasar Lebih LuasPrabowo–Trump Teken Perjanjian Timbal Balik, Era Baru Kemitraan Ekonomi RI–AS Dimulai

“Presiden berhasil mengamankan sejumlah kesepakatan strategis yang tidak hanya berdampak langsung pada perekonomian nasional, tetapi juga memperkuat kedaulatan Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam,” ujar Teddy.

Menurutnya, di tengah agenda internasional yang padat seperti forum United States Institute of Peace, Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden Trump.

Empat Poin Kerja Sama Strategis

Teddy menjelaskan, terdapat empat poin utama hasil kerja sama Indonesia–Amerika Serikat yang menjadi fokus pemerintah.

Pertama, mengenai penurunan tarif perdagangan. Indonesia berhasil menegosiasikan penurunan tarif perdagangan hampir 50 persen, dari 32 persen menjadi 19 persen.

Selain itu, sebanyak 1.819 produk unggulan Indonesia mendapatkan fasilitas tarif 0 persen, terutama dari sektor pertanian dan industri strategis.

“Kebijakan ini membuka peluang ekspansi yang jauh lebih besar bagi produk Indonesia di pasar Amerika Serikat,” jelasnya.

Kedua, investasi di sektor mineral kritis.

Pemerintah membuka peluang investasi bagi perusahaan AS di sektor mineral kritis.

Baca Juga:Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Rekonstruksi GazaPresiden Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031

Namun, Teddy menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengedepankan regulasi nasional, kedaulatan sumber daya alam, serta agenda hilirisasi.

“Kita pastikan nilai tambah tetap berada di dalam negeri dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional,” katanya.

Ketiga, kerja sama energi dan ketahanan nasional. Indonesia mengalokasikan pembelian energi dari AS senilai USD 15 miliar sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi dan keseimbangan neraca perdagangan.

Selain itu, Pertamina juga mulai merintis kerja sama teknologi dengan mitra AS untuk mengoptimalkan ladang minyak nasional.

“Langkah ini bukan menambah ketergantungan, tetapi justru menata ulang sumber pasokan energi agar lebih efisien dan strategis,” ujar Teddy.

0 Komentar