Diplomasi Prabowo di AS Hasilkan Empat Kesepakatan Strategis, Seskab: Perkuat Ekonomi dan Kedaulatan Energi

Penjelasan
Seskab Teddy Indra Wijaya. Foto: Setkab.
0 Komentar

Keempat, penguatan kepemilikan dan investasi sektor tambang dan migas.

Pemerintah menargetkan peningkatan porsi saham Indonesia di PT Freeport Indonesia dari 51 persen menjadi 63 persen pada tahun 2041.

Skema ini juga mencakup peningkatan penerimaan negara dan royalti untuk Papua.

Di sektor migas, komunikasi lanjutan dilakukan dengan ExxonMobil untuk perpanjangan operasi hingga 2055, disertai rencana investasi tambahan sekitar USD 10 miliar.

Baca Juga:Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Resiprokal, Indonesia Peroleh Akses Pasar Lebih LuasPrabowo–Trump Teken Perjanjian Timbal Balik, Era Baru Kemitraan Ekonomi RI–AS Dimulai

“Ini penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan produksi energi nasional ke depan,” katanya.

Berbasis Konstitusi

Teddy menegaskan, seluruh proses negosiasi dilakukan dengan tetap mengacu pada Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Presiden menegaskan bahwa setiap kerja sama internasional harus berpihak pada kepentingan nasional. Kedaulatan tetap menjadi prinsip utama, baik dalam sektor tambang maupun energi,” pungkas Teddy, dilansir dari laman Setkab.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis kerja sama Indonesia–Amerika Serikat akan semakin memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. (*)

0 Komentar