Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono Wujudkan RTH Ikonik tanpa Bebani APBD

Groundbreaking
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Februari 2026. Foto: Humas DKI Jakarta.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com– Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kegiatan ini menandai dimulainya penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis ibu kota melalui kolaborasi dengan PT Media Indra Buana menggunakan skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

Taman Semanggi yang memiliki luas sekitar 6 hektare dan tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi akan dilengkapi berbagai fasilitas publik.

Baca Juga:Hapus Tato Gratis Keliling Jakarta, Warga Jakbar Kebagian Giliran 24 FebruariMotivasi Gubernur Pramono untuk Penerima KJMU: Pendidikan Jadi Kunci Raih Masa Depan Gemilang

Fasilitas tersebut meliputi jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, hingga kolam resapan dan tampungan air untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta pengelolaan limpasan air hujan.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa kawasan Semanggi memiliki nilai historis yang kuat karena pertama kali digagas oleh Soekarno pada 1962.

Desain simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi dinilai merepresentasikan fungsi, konektivitas, serta nilai estetika yang tetap relevan hingga kini.

Ia menegaskan, revitalisasi ini bertujuan menjadikan Taman Semanggi sebagai ruang publik ikonik yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

“Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta saat ini,” ujarnya.

Pramono menjelaskan, konsep revitalisasi mengusung tiga pendekatan utama, yakni regeneration (pemulihan ekologi melalui penataan lanskap dan vegetasi), reconnection (penguatan konektivitas antarruang agar lebih mudah diakses), serta reactivation (menghidupkan kembali fungsi taman agar aktif dimanfaatkan masyarakat).

Selain itu, ia memastikan bahwa proses penataan tidak akan mengganggu arus lalu lintas di kawasan Semanggi yang merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta.

Baca Juga:TERBONGKAR! Lab Sabu di Sunter Jakarta Utara Digerebek, 13 Kg Narkotika Disita, Jaringan Iran TerkuakSerentak Jaga Jakarta Bersih, Wagub Rano Pimpin Pasukan di Jakpus

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan revitalisasi ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar yang seluruhnya tidak bersumber dari APBD.

Skema pembiayaan tersebut memungkinkan proyek berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman di masa depan.

“Selama ini kawasan Taman Semanggi cenderung pasif dan terfragmentasi oleh lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif, dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” pungkasnya, dilansir dari rilis resmi Pemprov DKI Jakarta. (*)

0 Komentar