Jakarta, Berita86.com– Upaya diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil nyata bagi sektor pertanian nasional.
Melalui kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) untuk 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia resmi dibebaskan dari bea masuk atau menjadi 0 persen.
Kebijakan ini membuka peluang besar bagi produk pertanian Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing di tengah ketatnya perdagangan global.
Baca Juga:Prabowo Terima 12 Investor Raksasa AS, Buka Peluang Besar Investasi dan Lapangan Kerja di IndonesiaDiplomasi Prabowo di AS Hasilkan Empat Kesepakatan Strategis, Seskab: Perkuat Ekonomi dan Kedaulatan Energi
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo bersama Presiden AS, Donald Trump, sebagai langkah mempererat kemitraan ekonomi kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia—baik dari sektor pertanian maupun industri—yang mendapatkan fasilitas bebas bea masuk.
“Produk seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik dan pesawat kini memiliki tarif 0 persen,” ujar Airlangga, Jumat, 20 Februari 2026.
Dari sektor pertanian, sejumlah komoditas unggulan yang memperoleh tarif nol persen antara lain buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya.
Selain itu, kopi, teh hijau dan hitam, serta berbagai rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit juga masuk dalam daftar.
Tak hanya itu, produk turunan seperti kakao olahan, minyak sawit, palm kernel oil, hingga olahan berbasis singkong dan sagu serta pupuk mineral juga mendapatkan fasilitas serupa.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan petani Indonesia.
Baca Juga:Prabowo–Trump Teken Perjanjian Perdagangan Resiprokal, Indonesia Peroleh Akses Pasar Lebih LuasPrabowo–Trump Teken Perjanjian Timbal Balik, Era Baru Kemitraan Ekonomi RI–AS Dimulai
“Pembebasan tarif ini memberikan peluang besar bagi produk pertanian kita untuk bersaing lebih adil di pasar global. Ini bukti diplomasi ekonomi yang kuat dan terarah,” ujarnya, dilansir dari rilis resmi Kementerian Pertanian.
Menurutnya, akses pasar dengan tarif nol persen akan mendorong peningkatan ekspor sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha pertanian nasional.
Kementerian Pertanian, lanjut Amran, akan fokus memastikan kualitas produk, pemenuhan standar internasional, serta kesinambungan pasokan agar peluang ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
