Jakarta Utara, Berita86.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan ketersediaan daging sapi di Ibu Kota dalam kondisi aman dengan harga yang terkendali di bulan Ramadan hingga Idul Fitri.
Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya, momen Ramadan dan Lebaran kerap memicu kenaikan inflasi, terutama pada komoditas pangan seperti daging, cabai, dan beras.
Baca Juga:Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono Wujudkan RTH Ikonik tanpa Bebani APBDMotivasi Gubernur Pramono untuk Penerima KJMU: Pendidikan Jadi Kunci Raih Masa Depan Gemilang
Namun, masuknya sapi impor diharapkan mampu menjaga stabilitas harga agar tidak melonjak tajam.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya telah menerima pasokan sapi dari Australia sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan.
Hingga kini, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba dari total rencana awal sebanyak 7.500 ekor.
Gubernur Pramono menyebut, impor ini menjadi tonggak penting karena merupakan yang pertama dalam hampir tiga dekade Jakarta kembali mendatangkan sapi langsung dari Australia.
Ia menilai kepercayaan tersebut mencerminkan kesiapan Jakarta dalam mengelola distribusi dan ketersediaan daging secara profesional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kelancaran impor tidak terlepas dari hubungan kerja sama internasional, termasuk skema sister city antara Jakarta dan sejumlah kota di Australia.
Kolaborasi ini dinilai memperkuat kepercayaan serta menjamin kualitas dan pengawasan ternak yang masuk.
Baca Juga:Hapus Tato Gratis Keliling Jakarta, Warga Jakbar Kebagian Giliran 24 FebruariTERBONGKAR! Lab Sabu di Sunter Jakarta Utara Digerebek, 13 Kg Narkotika Disita, Jaringan Iran Terkuak
Dalam hal stok, Pemprov DKI mencatat cadangan daging saat ini mencapai sekitar 1.000 ton.
Sementara itu, jumlah sapi hidup di kandang Dharma Jaya mencapai 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru tiba
Jika diperlukan, pemerintah siap melakukan pemesanan ulang untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Jakarta rata-rata mencapai 65 ton per hari, dengan peningkatan sekitar 4 persen saat hari besar keagamaan.
Untuk transparansi, masyarakat dapat memantau ketersediaan dan harga melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI.
Pramono, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Pemprov DKI Jakarta, juga memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Proses pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat sebelum dan setelah kedatangan untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
