Abu Dhabi, Berita86.com- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pertemuan istimewa bersama tujuh pemimpin Emirat di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis, 26 Februari 2026.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang juga merupakan Emir Abu Dhabi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mendapatkan kehormatan duduk bersama tujuh pemimpin Emirat, yang terdiri atas Emir Abu Dhabi, Emir Dubai, serta para pemimpin dari Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah, dan Fujairah.
Baca Juga:Pertemuan Dua Sahabat Dekat Warnai Kunjungan Presiden Prabowo ke YordaniaKeberhasilan Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif ke Amerika Serikat
Pertemuan ini tergolong langka, mengingat forum tujuh pemimpin Emirat tersebut umumnya hanya digelar satu kali dalam setahun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan PEA, khususnya dalam sektor strategis.
“Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama di bidang energi hingga kemitraan ekonomi masa depan. Selain itu, PEA juga menunjukkan minat untuk meningkatkan investasi di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Rangkaian agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan iftar atau buka puasa bersama, yang diikuti dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah antara kedua delegasi.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menggelar pertemuan empat mata selama lebih dari satu jam.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai agenda strategis yang berorientasi pada penguatan kerja sama jangka panjang.
Menurut Teddy, pertemuan ini menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Baca Juga:Prabowo Terima 12 Investor Raksasa AS, Buka Peluang Besar Investasi dan Lapangan Kerja di IndonesiaDiplomasi Prabowo di AS Hasilkan Empat Kesepakatan Strategis, Seskab: Perkuat Ekonomi dan Kedaulatan Energi
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan Indonesia dan PEA tidak hanya erat, tetapi juga terus berkembang dengan fokus pada kerja sama yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, pertemuan ini memiliki makna istimewa karena berlangsung pada tahun peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan PEA.
Setengah abad hubungan tersebut dinilai menjadi fondasi kokoh untuk membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih luas dan mendalam.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha. (*)
