Seskab Teddy Bantah MBG Pangkas Anggaran Pendidikan, Program Justru Bertambah, Ini Rinciannya

Beri penjelasan
Seskab Teddy Indra Wijaya. Foto: Setkab.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan.

Sebaliknya, pemerintah memastikan seluruh program pendidikan tetap berjalan bahkan mengalami penguatan dan penambahan pada 2026.

Ya, Plpemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluruskan berbagai narasi yang beredar terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan, menyebabkan sekolah terbengkalai, hingga mengabaikan kesejahteraan guru.

Baca Juga:BGN Tegaskan Anggaran Bahan Makanan MBG Rp8.000–Rp10.000 per Porsi, Bukan Rp15.000Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bukan Laba, Ini Penjelasan Skema Pembiayaan MBG

Teddy menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR, termasuk alokasi serta peruntukannya. Ia memastikan tidak ada program pendidikan yang dihentikan.

“Seluruh program pendidikan strategis tetap berjalan, bahkan mengalami penambahan,” ujarnya kepada media di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Program Pendidikan Tetap Berjalan dan Diperkuat

Pemerintah memastikan sejumlah program unggulan di sektor pendidikan tetap berlanjut.

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap berjalan sebagaimana sebelumnya.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, akses pendidikan juga diperluas melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak putus sekolah.

Program ini dilengkapi fasilitas tempat tinggal, pendidikan, makan bergizi, serta jaminan kesehatan.

Hingga tahun lalu, program tersebut telah menjangkau sekitar 20 ribu siswa di 166 sekolah, dengan target penambahan 100 sekolah baru pada tahun ini.

Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pendidikan

Selain program, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendidikan. Meski pengelolaan sekolah menjadi kewenangan pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap melakukan intervensi melalui renovasi.

Baca Juga:Kemenag Bantah Dana Zakat untuk MBG, Thobib: Penyaluran Zakat Sesuai Ketentuan SyariatPrabowo: Hasil Efisiensi Rp300 Triliun Kita Gunakan untuk Program-program Produktif, Salah Satunya MBG

Pada 2025, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan anggaran mencapai sekitar Rp17 triliun.

Tak hanya itu, percepatan digitalisasi pembelajaran juga dilakukan melalui distribusi sekitar 280.000 unit TV digital yang akan terus ditingkatkan.

Kesejahteraan Guru Ikut Ditingkatkan

Dalam aspek kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah juga melakukan sejumlah peningkatan. Insentif bagi guru honorer yang selama dua dekade stagnan kini naik menjadi Rp400 ribu.

Selain itu, tunjangan bagi guru non-ASN juga meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta pada 2025.

Perubahan lain yang signifikan adalah mekanisme penyaluran tunjangan, yang kini ditransfer langsung setiap bulan kepada guru, tidak lagi melalui pemerintah daerah dan tidak per tiga bulan seperti sebelumnya.

0 Komentar