Buka Festival Bedug DKI Jakarta 2026, Gubernur Pramono: Ini Ruang Ekspresi Budaya

Festival bedug
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Maret 2026. Foto: Pemprov DKI Jakarta.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka kegiatan Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kegiatan Festival Bedug ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyemarakkan bulan Ramadan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi bedug yang telah lama hidup di tengah masyarakat Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pramono mengapresiasi Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang melaksanakan festival secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota/kabupaten sebelum mencapai tingkat provinsi.

Baca Juga:Gubernur Pramono Atur Lapangan Padel: Tak Boleh Lagi di Kawasan Perumahan, Simak Rincian Aturannya di SiniGubernur Pramono Pastikan Stok Daging Aman, Impor Sapi Australia Tekan Harga Tetap Stabil

“Festival ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk merawat dan melestarikan tradisi budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat,” kata Pramono Anung dalam sambutannya.

Dikatakan Gubernur Pramono, Festival Bedug DKI Jakarta 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi budaya yang memperkuat kebersamaan warga selama bulan Ramadan.

Tradisi menabuh bedug yang selama ini identik dengan suasana Ramadan diharapkan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Dilansir dari rilis resmi Pemprov DKI Jakarta, pada festival tingkat provinsi tahun ini, sebanyak 93 peserta mengikuti rangkaian seleksi hingga akhirnya terpilih 16 finalis yang tampil pada babak penentuan juara.

Gubernur Pramono berharap para peserta terus menjaga tradisi bedug sebagai bagian dari identitas budaya Jakarta, tidak hanya saat perlombaan berlangsung.

“Saya berharap tradisi bedug ini jangan sampai hilang di Jakarta. Tradisi ini harus terus dijaga karena menjadi bagian dari suasana Ramadan di masjid-masjid kita,” tuturnya.

Gubernur Pramono menambahkan, berbagai kegiatan budaya dan keagamaan yang digelar di Jakarta juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan warga di tengah keberagaman.

Baca Juga:Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono Wujudkan RTH Ikonik tanpa Bebani APBDMotivasi Gubernur Pramono untuk Penerima KJMU: Pendidikan Jadi Kunci Raih Masa Depan Gemilang

Ia mencontohkan sejumlah perayaan lintas budaya yang telah berlangsung di Jakarta, seperti perayaan Natal melalui Christmas Carol, Tahun Baru Imlek, hingga Cap Go Meh di kawasan Glodok.

“Jakarta adalah kota yang penuh keberagaman. Ketika berbagai tradisi dan budaya dirayakan bersama, rasa memiliki terhadap Jakarta akan semakin kuat,” imbuhnya.

0 Komentar